Aset Daerah Tak Produktif, Komisi I Dorong Kerja Sama Pengelolaan Pondok Seni

Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Rafael Situmorang, SH, dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) (Dok/hms)

BANDUNG | BBCOM – Komisi I DPRD Provinsi Jawa Barat mendorong optimalisasi pemanfaatan aset Pondok Seni yang dikelola BUMD PT Jasa dan Kepariwisataan Jabar (Jaswita). Dorongan tersebut muncul setelah para anggota dewan menilai kondisi fisik bangunan yang memprihatinkan dan minimnya perawatan telah menghambat minat pengunjung.

Anggota Komisi I DPRD Jawa Barat, Rafael Situmorang, mengatakan tingkat keterisian Pondok Seni belum maksimal. Selain karena kondisi bangunan, persaingan dengan hotel-hotel baru di kawasan wisata Pantai Pangandaran menjadi tantangan tersendiri bagi pengelola.

“Berdasarkan laporan yang kami terima, tingkat okupansi masih rendah. Persaingan dengan hotel-hotel di kawasan strategis Pantai Pangandaran cukup ketat, sehingga pergerakan ekonomi di Pondok Seni relatif lebih sulit berkembang. Padahal, potensinya sangat besar,” ujar Rafael saat meninjau Pondok Seni di Pantai Barat Pangandaran, Sabtu (1/11/2025).

Rafael menjelaskan, penampilan bangunan yang tidak terawat memperparah rendahnya minat pengunjung. Ia menyoroti pagar yang belum dicat, bangunan yang membutuhkan renovasi menyeluruh, serta penataan ruang yang dinilai tidak rapi.

“Orang mau menginap bagaimana kalau tempatnya saja tidak memadai? Penataan ruangnya tidak rapi, tetapi berharap hasil maksimal. Itu tidak mungkin,” tegasnya.

Sebagai langkah strategis, Rafael mendorong Jaswita untuk membuka peluang kerja sama dengan pihak ketiga dalam pengelolaan Pondok Seni. Skema kerja sama dapat berupa bagi hasil atau bentuk kesepakatan lain antara Pemda Provinsi Jabar dengan investor.

“Kawasan Pondok Seni berada di zona bisnis. Pengelolaannya pun harus menggunakan pendekatan bisnis murni. Apalagi di sekitar sini sudah banyak hotel yang berinvestasi dengan kualitas yang lebih baik, baik dari sisi pelayanan maupun bangunannya,” tambahnya.

Lebih jauh ia menegaskan, Komisi I siap mendukung upaya pemanfaatan aset daerah yang saat ini tidak produktif (idle asset) agar kembali berdaya guna. Meski proses renovasi dan kerja sama investasi dipastikan memerlukan waktu serta memenuhi kualifikasi tertentu, Rafael menilai hal tersebut dapat dicapai bila dilakukan secara serius.

“Perlu perhatian khusus untuk kawasan ini. Kami mendukung penuh jika ada program kerja sama yang bertujuan mengoptimalkan pemanfaatan aset Pondok Seni,” tutup Rafael.  (adip/dd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *