oleh

Agus Berharap Dinas KUKM OKI Dapat Membantu Pengerajin Tikar Purun di Pedamaran

OKI | BBCOM | Hampir semua lapisan usaha masyarakat terkena dampak Covid-19 apa lagi bagi mereka yang perekonomiannya menengah kebawah, walaupun sekarang pemerintah sudah melakukan New Normal bukan berarti ini merupakan  kebebasan untuk beartikfitas, namun tetap mengikuti aturan protokol kesehatan gugus tugas.

Salah satunya, hasil pantauan BBCOM berapa pekan ini terhadap perekonomian masyarakat kecamatan Pedamaran Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Sumatera Selatan (Sumsel) terutama bagi kaum ibu ibu rumah tangga yang setiap hari hanya menggantungkan kehidupannya dari hasil kerajian anyam tikar purun yang ada di Pedamaran.

Ketika ditemui banyak yang mengeluhkan kesulitan untuk membeli bahan baku kerajian tersebut, sementara harga tikar yang sudah siap di jual pun belum ada yang beli, sehingga mereka terpaksa pinjam sana sini demi menyambung hidup sehari hari.

Menurut Agus Heriansyah salah seorang anggota Komite Pemuda Pedamaran dan juga pembina kelompok kerajinan ibu ibu penganyam tikar di desa nya Pedamaran 1.  “Memang sering ibu ibu berkeluh kesa tentang kehidupan mereka saat ini, karena untuk membeli bahan baku mereka kesulitan, sehingga kegiatan nganyam tikarpun jarang dilakukan, kami sebagai koordinasi kelompok ibu ibu tersebut merasa kasihan, karena tugas kami hanya sebagai pembinaan. untuk itu kami berusaha mengajukan kepada Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil Dan Menengah (KUKM) Kab OKI untuk membantuh para pengerajin tikar purun, kita berharap ada solusinya dari pemerintah membantu penganyam tikar purun yang terkena dampak lansung dari wabah Covid-19.” ungkap Agus kepada BBCOM Jumat 26/6/2020. (Pani)

BACA JUGA  Plt Bupati OKI, Gunakan APBD Perubahan Jembatan Cinta Jaya Akan dibangun Kembali

Komentar