oleh

Adanya Dugaan Atlit Bayaran. 12 Kabupaten Mundur Dari Porprov XIII OKU RAYA 2021

OKU Selatan | BBCOM | Ketua Umum KONI Banyuasin Hermantoni, ST melalui Dodi Irama SH., Ketua Bidang Hukum KONI Banyuasin menyesalkan peristiwa yang terjadi pada Porprov XIII OKU RAYA 2021 provinsi Sumatera Selatan (Sumsel). pasalnya ada 12 Kabupaten peserta mengundurkan diri akibat adanya dugaan atlit bayaran.

Peristiwa tersebut berawal dari Cabor Badminton, official menemukan pemain bayaran yang disewa langsung langsung dari pelatnas Cipayung, hal ini diperkuat dengan beredarnya video rekaman pertandingan salah satu atlet jebolan Cipayung sedang bertanding di kejuaraan dunia melawan Chinese Taipe.

“Atas kejadian ini, kami meminta kepada koni Provinsi untuk mengambil tindakan tegas, karena perhelatan Akbar Pekan Olahraga Provinsi 2 tahunan sekali ini telah tercoreng dan sangat memalukan” Ujar Dodi pada bandungberita.com saat dihubungi melakui ponselnya.

BACA JUGA  Chemy PTM 222 Juara Tenis Meja Agus Cup Divisi 7 dan 8
Dodi Irama SH., Ketua Bidang Hukum KONI Banyuasin

Dikatakannya, pihak penyelenggara harus segera ambil tindakan tegas, diskualifikasi kota dan kabupaten yang terbukti melakukan pelanggaran dan tidak taat aturan, kembalikan medali-medali nya, dan semua atlit dari semua cabor harus di Cross-cek kembali.

“Ini ajang olahraga, seharusnya jujur dan fair play,” Ucap Dodi.

BACA JUGA  PON XX 2020 Siap Dilaksanakan di Papua

Dodi juga menambahkan “sangat heran, zaman sekarang masih aja ada kota dan kabupaten yang melakukan manipulasi atlit dengan cara yang tidak baik, buat apa bangga dapat medali jika atlit bukan berasal dari Sumsel.

“Kami Kabupaten Banyuasin bangga dengan atlet daerah kami Sumsel, malahan ada atlet badminton asal Banyuasin yang sekolah badminton di Pulau Jawa tidak kami panggil, karena kami maunya cari bibit-bibit yang lain dan sportivitas dalam ajang olahraga, pungkasnya. (pn/red)

Komentar