BANDUNG | BBCOM – Sejumlah mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi menggelar aksi penyampaian aspirasi di depan Gedung DPRD Provinsi Jawa Barat, Bandung. Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyoroti sejumlah kebijakan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang dinilai belum berpihak kepada masyarakat kecil.
Di tengah cuaca panas Kota Bandung, massa aksi yang turut diikuti sejumlah elemen masyarakat itu menyuarakan berbagai persoalan, mulai dari kebijakan ekonomi, program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), hingga kebijakan pendidikan dan pemenuhan hak-hak guru.
Selain itu, mahasiswa menyoroti besarnya jumlah anggota kabinet pemerintahan Prabowo-Gibran. Mereka mempertanyakan efektivitas kinerja pemerintahan dan menilai besarnya struktur kabinet perlu diimbangi dengan hasil kerja yang nyata bagi masyarakat.
Setelah berlangsung selama beberapa jam, aksi tersebut mendapat tanggapan dari sejumlah anggota DPRD Jawa Barat, yakni Muhammad Sidgon, Maya Turimayanti, dan Rafael Situmorang.
Dalam dialog dengan perwakilan massa aksi, Muhammad Sidgon menyatakan akan meneruskan aspirasi mahasiswa kepada pemerintah pusat. Ia menjelaskan bahwa sejumlah tuntutan yang disampaikan berkaitan dengan kewenangan pemerintah pusat.
Aspirasi tersebut disampaikan oleh perwakilan mahasiswa dari Universitas Pasundan (Unpas) dan Universitas Islam Negeri (UIN), dengan disaksikan masyarakat serta aparat kepolisian yang bertugas mengamankan jalannya aksi.
Sidgon juga berjanji akan menyampaikan aspirasi tersebut kepada Sekretaris DPRD Jawa Barat untuk diteruskan kepada fraksi-fraksi di DPRD Jabar agar dapat ditindaklanjuti sesuai kewenangan masing-masing.
Sejumlah isu yang disoroti mahasiswa di antaranya evaluasi penanganan kebakaran hutan, percepatan pembahasan undang-undang tentang perampasan aset, serta jaminan kebebasan pers.
Mahasiswa menilai kebebasan pers merupakan bagian penting dalam kehidupan demokrasi yang harus dijaga agar insan pers dapat menjalankan tugas jurnalistik secara independen dan profesional.
Di akhir dialog, massa aksi meminta agar komitmen penyampaian aspirasi tersebut ditindaklanjuti dalam waktu 3 x 24 jam. Mereka menegaskan akan kembali menggelar aksi dengan jumlah massa yang lebih besar apabila tidak ada perkembangan atau tindak lanjut yang jelas.
“Kami menunggu tindak lanjut dalam waktu 3 x 24 jam. Jika tidak ada hasil yang jelas, kami akan datang kembali dengan membawa massa yang lebih banyak,” ujar sejumlah mahasiswa dalam aksi tersebut.
Aksi berlangsung dengan pengawalan aparat kepolisian. Mahasiswa berharap aspirasi yang disampaikan tidak berhenti pada janji, tetapi dapat diteruskan kepada pihak-pihak terkait untuk memperoleh tanggapan dan tindak lanjut. (Frd.)















