KOTA CIREBON | BBCOM – Pemerintah Kota Cirebon terus mematangkan langkah strategis dalam mengantisipasi bencana banjir dan menjaga kebersihan ekosistem sungai di wilayah perkotaan. Sebagai langkah konkret, Pemkot Cirebon menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) terkait rencana pemasangan trash barrier serta pembentukan Satuan Tugas Sungai.
Pertemuan ini berlangsung di Aula Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cirebon pada Jumat (10/7/2026). Rakor tersebut dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Kota Cirebon dan dihadiri oleh jajaran lintas sektor guna membangun sinergi yang kuat dari hulu hingga hilir.
Hadir dalam rapat tersebut sejumlah instansi teknis di lingkungan Pemkot Cirebon, di antaranya Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR), Dinas Perumahan rakyat dan Kawasan Permukiman (DPKRP), serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
Keterlibatan kewilayahan juga diperkuat dengan kehadiran unsur camat dan lurah se-Kota Cirebon yang wilayahnya bersinggungan langsung dengan aliran Sungai.
Tidak hanya dari internal pemerintah daerah, koordinasi ini juga melibatkan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung selaku pemegang otoritas wilayah sungai, serta perwakilan dari pihak swasta, yakni PT Arida, sebagai bentuk kolaborasi pentahelix dalam menjaga kelestarian lingkungan. Dalam arahannya, Sekretaris Daerah Kota Cirebon menegaskan bahwa penanganan sampah di aliran sungai tidak bisa lagi dilakukan secara parsial, melainkan harus terintegrasi dan berkelanjutan.
“Pemasangan trash barrier ini merupakan langkah taktis untuk melokalisasi sampah agar tidak hanyut hingga menyumbat muara atau mencemari laut. Namun, infrastruktur ini tidak akan berjalan maksimal tanpa adanya Satgas Sungai yang bertugas melakukan pengawasan, perawatan alat, serta edukasi berkelanjutan kepada masyarakat,” ujar Sekda di sela-sela memimpin rapat.
Melalui rakor ini, disepakati pembangaian tugas dan tanggung jawab kerja. Dinas PUTR dan BBWS Cimanuk Cisanggarung akan fokus pada kajian teknis titik penempatan trash barrier agar tidak mengganggu debit air alami sungai. Sementara itu, DLH akan mengomandoi manajemen pengangkutan sampah yang terjaring, didukung oleh DPKRP dalam penataan kawasan permukiman di sekitar bantaran sungai.
Di sisi lain, kehadiran camat dan lurah diharapkan menjadi garda terdepan dalam menyosialisasikan gerakan menjaga kebersihan sungai kepada warga. Sinergi ini diperkuat dengan komitmen PT Arida yang siap mendukung program lingkungan hidup di Kota Cirebon melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility).
Pertemuan ini menghasilkan draf rencana aksi cepat (quick win) yang akan segera ditindaklanjuti bersama dalam waktu dekat. Diharapkan, dengan terpasangnya trash barrier dan aktifnya Satgas Sungai, indeks kebersihan sungai di Kota Cirebon dapat meningkat signifikan serta meminimalkan risiko banjir saat musim penghujan tiba.(bud)















