Damkar Imbau Masyarakat, Waspadai Kebakaran di Musim Kemarau

KOTA CIREBON | BBCOM –  Musim kemarau yang diprediksi berlangsung lebih panjang tahun ini berpotensi meningkatkan risiko kebakaran, terutama di area terbuka. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Cirebon Andi Riskyanto ,melalui Sekertaris Pemadam Kebakaran (DPKP) Hanry David, mengingatkan, masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai penyebab kebakaran.

Menurutnya, potensi kebakaran saat musim kemarau umumnya lebih banyak terjadi di luar ruangan. Kondisi cuaca yang kering membuat api lebih mudah menyebar, terutama di lahan kosong yang ditumbuhi rumput atau ilalang kering.

“Pada saat kemarau panjang tentu potensi kebakaran akan lebih banyak, terutama yang terjadi di luar ruangan. Namun untuk Kota Cirebon sendiri sebenarnya tidak memiliki potensi kebakaran hutan dan lahan karena secara geografis kita tidak memiliki kawasan hutan maupun lahan luas seperti daerah lain,” kata David saat dikonfirmasi Bandung Berita ,Selasa, (30/6/26).

Meski demikian, ia menuturkan, sebagian besar kejadian kebakaran justru berasal dari dalam bangunan, bukan dari luar ruangan. Oleh karena itu, masyarakat diminta tetap waspada terhadap potensi kebakaran di lingkungan rumah maupun tempat usaha.

Menurut David, kondisi ini perlu diwaspadai terutama saat musim kemarau, karena tidak menutup kemungkinan masyarakat membakar tumpukan sampah di lahan terbuka akibat keterbatasan tempat pembuangan.

“Pembakaran sampah di lahan kosong bisa sangat berbahaya. Api bisa merembet ke lingkungan sekitar terutama jika berada dekat permukiman,” ujarnya.

Selain itu, penyebab kebakaran yang paling dominan masih berasal dari kompor gas, baik akibat kebocoran maupun kelalaian mematikan gas setelah digunakan.

Pihaknya pun mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran di luar ruangan, terutama membakar tumpukan sampah. Masyarakat juga diminta membersihkan lahan kosong agar tidak dipenuhi rumput atau ilalang kering yang mudah terbakar.

“Lahan-lahan kosong sebaiknya dibersihkan agar tidak ada rumput atau ilalang kering yang dapat memicu kebakaran. Ini penting untuk mencegah kebakaran yang bisa merembet ke lingkungan sekitar,” tuturnya.”(bud)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *