Disdagkoperin Kota Cimahi Berupaya Capai Target Retribusi, Dan Dorong UMKM Naik Kelas

Emir Faisal Harahap, SST.P.,M.M, Sekretaris Disdagkoperin Kota Cimahi

CIMAHI | BBCOM Dinas Perdagangan, Koperasi,  Usaha Kecil dan Menengah, dan Perindustrian (Disdagkoperin) Kota Cimahi selain memiliki tugas membantu Walikota melaksanakan urusan pemerintahan di bidang perdagangan, koperasi dan UMKM serta perindustrian, juga memiliki kewenangan melakukan pemungutan retribusi guna mendukung Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Menurut Sekretaris Disdagkoperin, Emir Faisal Harahap, SST.P.,M.M, target penerimaan PAD tahun ini adalah sebesar Rp. 1.797.941.100,- yang bersumber dari retribusi pasar dan sewa BITC (Baros Information Tecnology & Creative Center). “Pungutan retribusi pasar bersumber dari Pasar Atas, Pasar Cimindi, Pasar Melong dan Pasar Kuda Citeureup. Untuk tahun 2026 ini target penerimaan pasar sebesar Rp. 1.047.941.100,- dan dari retribusi pemakaian ruangan (sewa kantor) sebesar Rp. 750.000.000,-,” kata Emir.

Dijelaskannya, hingga bulan Juni 2026 ini, dari target yang ditetapkan, realiasi penerimaan retribusi dari sekror pasar sudah mencapai Rp. 425.227.070,0 atau sekitar 43,15 %. Sedangkan dari sewa BITC sudah tercapai Rp. 302.855.400,- atau sekitar 40,4 %. “Melihat trend penerimaan hingga bulan ini, saya optimis target akan tercapai. Bahkan diluar target ada penerimaan tambahan dari hasil kerjasama pemanfaatan Barang Milik Daerah (BMD) sebesar Rp. 205.000.000,-.”

Emir juga mengatakan bahwa tarif sewa kios pasar di Kota Cimahi sangat murah yakni hanya Rp. 700,-/meter pesegi per hari. “Sampai saat ini kewajiban pedagang untuk membayar retibusi cukup lancar. Kerjasama pengelola pasar sebagai perwakilan pemerintah dengan para pedagang terjalin dengan baik. Kami dari pemerinah memberikan pelayanan yang baik dan sebaliknya dari pedagang taat membayar retribusi dan kewajiban lainnya seperti menjaga kebersihan di area kiossecara mandiri oleh para pedagang

Ke depan, Tambah Emir, tentu saja akan digali sumber sumber pendapaan baru dengan memanfaatkan potensi yangsudah ada. “Dalam waktu dekat kami merencanakan Hall di Cimahi Techno Park disewakan seperti untuk seminar danuntuk hajatan. Untuk kegiatan seminar sudah bisa disewakan tapi untuk hajatan belum bisa karena banyak pendukung fasilitasnya yang harus disiapkan. Kemudian ada ruangan kosong yang ada di Pasar Atas yang sedang kita tawarkan untuk digunakan sebagai pool travel.”

Untuk peningkatan Pendapatan Asli Daerah, Disdagkoperin bahkan sudah mendapat rekomendari dari BPK untuk memanfaatkan aset aset yang digunakan sebagai sumber retribusi. “rekomendasi ini sekarang sedang kita tindak lanjuti,” ujar Emir.

Pada kesempatan itu, disinggung pula soal upaya  mendorong UMKN agar naik kelas. Dikatakan Emir, upaya yang dilakukan fokusnya lebih kepada peningkatan SDM pelaku UMKM agar kapasitasnya semakin baik. “peningkatan kapasitas itu meliputi pengembangan Kewirausahaan, meningkatkan keahlian guna menunjang bisnis, dan memfasilitasi legalitasnya seperti Haki, NIB, dan sertifikat halal. Dengan demikian, omset, aset dan pangsa pasarnya akan semakin besar.”

Dalam melakukan pembinaan kepada UMKN, kata Emir, pihaknya tidak bisa bekerja sendiri. Untuk hal ini dilakukan kolaborasi dan kerjasama dengan berbagai dalam melakukan pembinaan dan peningkatan kapasitas UMKM di Kota Cimahi. “Yang mendapatkan pembinaan adalah UMKM yang sudah memiliki diantaranya NIB, lamanya berusaha, dan kecukupan tenaga kerja. “yang penting adalah bagaimana para pelaku UMKM ini bisa memiliki motivasi dan mindset untuk maju. Motivasinya bukan hanya sebagai pedagang tetapi menjadi pebisnis. Itu Fokus kita.

“Selain itu, Disdagkoperin juga memiliki program wirausaha baru sehingga UMKM di kota Cimahi diharapkan terus tumbuh dan berkembang. Kita tidak bicara soal UMKM bisa eksport dulu. Tapi diupayakan pangsa pasarnya bisa keluar Cimahi seperti ke Kota Bandung, Kabupaten Bandung, ke Kabupaten Bandung Barat dan wilayah lain yang bisa dijangkau. Saat ini sektor unggulan UMKM di Kota Cimahi diantaranya adalah makanan berbahan jamur dan fashion. Sedangkan sub sektornya adalah  animasi dan tekematika, kriya, produk makanan dan fashion,” pungkas Emir. (Teddy)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *