KAB BANDUNG | BBCOM – Program edukatif bertajuk Ujang Nyai Goes to Schoolsukses diselenggarakan pada Selasa, 23 Juli 2025, di SMAN 1 Banjaran, Kabupaten Bandung. Sebanyak 43 siswa-siswi terpilih, yang merupakan perwakilan dari berbagai kelas dan organisasi sekolah, berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran generasi muda terhadap isu stunting.
Kabupaten Bandung dipilih sebagai lokasi pelaksanaan program karena merupakan salah satu wilayah dengan prevalensi stunting tertinggi di Jawa Barat, yaitu sebesar 29,2% pada tahun 2023. Angka ini masih jauh di atas target penurunan stunting nasional sebesar 14% yang harus dicapai. Oleh karena itu, kampanye ini tidak hanya menjadi momentum edukatif, tetapi juga langkah strategis untuk melibatkan remaja sebagai bagian dari solusi jangka panjang menuju Indonesia Emas 2045.
Dengan mengusung tagline “Abdi Agen Parobahan”, acara ini tidak sekadar menghadirkan seminar biasa, namun dirancang sebagai gerakan kampanye preventif untuk mendorong remaja agar tidak hanya menjadi peserta pasif, melainkan agen perubahan yang aktif menyebarkan kesadaran akan pentingnya pencegahan stunting sejak dini.
Acara dibuka dengan seminar interaktif bersama Hanna Yuli Oktria, seorang praktisi nutrisionis, yang membagikan wawasan penting tentang peran gizi dan pola hidup sehat dalam mencegah stunting. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan games edukatif bertajuk “Miskom” permainan simulasi yang mengeksplorasi dinamika komunikasi remaja dalam keluarga, hasil kolaborasi dengan organisasi Demi Kita
Menambah semarak suasana, acara ini dipandu secara interaktif oleh perwakilan Mojang Jajaka Kabupaten Bandung, yang turut mendorong antusiasme peserta selama rangkaian kegiatan berlangsung. Selain itu, dilakukan pula sesi Focus Group Discussion (FGD) untuk menggali lebih dalam mengenai kebiasaan media remaja, cara mereka mencari informasi kesehatan, serta sejauh mana pemahaman mereka terhadap isu stunting. Hasil FGD ini akan menjadi rujukan penting dalam pengembangan program edukatif lanjutan.
Irwana Hidayat dan Reza Kurniawan, selaku inisiator program, menyatakan bahwa kegiatan ini lahir dari keprihatinan terhadap sempitnya fokus pencegahan stunting yang selama ini hanya menyasar ibu dan anak usia dini.
“Padahal, remaja adalah kelompok strategis yang akan menjadi calon orang tua di masa depan. Membekali mereka sejak sekarang dengan pemahaman tentang gizi, kesehatan, dan peran keluarga akan menjadi langkah preventif yang jauh lebih kuat,” ungkap Reza.
“Kita ingin membangun kesadaran bahwa edukasi stunting itu bukan hanya tanggung jawab tenaga kesehatan atau pemerintah, tapi bisa dimulai dari lingkungan sekolah, oleh remaja sendiri, ” tambah Irwana.
Sementara itu, Dr. Yolanda Stellarosa, M.Si, selaku dosen pembimbing dari LSPR Institut Komunikasi dan Bisnis, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari bentuk nyata pengabdian masyarakat kampus yang tidak hanya akademis, tetapi juga berdampak langsung ke masyarakat.
“Ini adalah contoh bagaimana mahasiswa dan civitas akademika LSPR terlibat aktif membangun kesadaran sosial melalui pendekatan komunikasi yang kontekstual dan berkelanjutan,” tuturnya.
Selama acara berlangsung antusiasme dengan peserta terbangun apik dengan banyaknya interaksi yang terjadi
“Biasanya seminar tuh kayak ngantuk gitu kan, ini tuh enggak, Powerpointnya sangat menarik, nggak cuma visualnya tapi audionya juga bagus banget. Aku juga semangat menjawab atau aku semangat bertanya karena aku bakal ada reward.”ungkap salah satu siswa.
Sebagai kelanjutan dari kegiatan ini, peserta akan dihimpun dalam sebuah komunitas WhatsApp bertajuk “Komunitas Sadar Stunting” yang akan menjadi wadah diskusi, berbagi konten edukatif, dan menyebarkan pesan-pesan kunci tentang pencegahan stunting di lingkungan mereka masing-masing.
Dengan semangat kolaborasi dan berbasis pendekatan anak muda, Ujang Nyai Goes to School diharapkan menjadi langkah awal dalam membentuk ekosistem informasi kesehatan yang lebih inklusif, partisipatif, dan berdampak jangka panjang. (rls/rd)















