92% ASN Kota Bandung Berkinerja Lebih Dari 75%

4 Juni 2017 / 20:30 WIB Dibaca sebanyak: 318 kali Tulis komentar

BANDUNG BBCom-Wali Kota Bandung M. Ridwan Kamil mengapresiasi para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Bandung atas pemenuhan target kinerja. Berdasarkan laporan Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP) Kota Bandung, dari 6692 pegawai aktif, 92% telah mencapai kinerja lebih dari 75%.

Angka tersebut oleh Ridwan terbilang cukup tinggi. Namun ia berkomitmen untuk terus meningkatkan performa inerja para ASN agar mampu mengakselerasi pembangunan.

“Ini adalah contoh bagaimana kami terus meningkatkan pelayanan publik, dengan minimal harus membuktikan bekerja 6000 menit,” tutur Ridwan usai melaksanakan Rapat Rutin Pimpinan di Balai Kota Bandung, Senin (29/5/2017).

Sejalan dengan komitmen untuk memberikan hadiah dan hukuman yang adil bagii para ASN, Ridwan mengaku akan tegas menerapkan asas tersebut. Bagi ASN yang kinerjanya melebihi 75%, ia akan memberikan Tunjangan Kerja Dinamis (TKD) secara penuh.

Berbeda halnya dengan ASN yang tidak mencapai target kinerja, ia akan menerapkan sanksi bertahap sesuai dengan regulasi yang berlaku. ASN yang berkinerja antara 75-50%, tunjangannya akan tetap diberikan namun tidak dapat menerima kenaikan pangkat di tahun tersebut. Sedangkan bagi ASN yang berkinerja rendah, yakni kurang dari 50%, tunjangannya tidak akan diberikan.

“Diingatkan mulai sekarang jika kinerjanya rendah pulang bawa gaji pokok aja,” ujar pria berkacamata itu.

Ia pun lantas menyebutkan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang secara rerata menunjukkan nilai yang tertinggi. “Hasil evaluasi ternyata yang berkinerja baik ada di kecamatan,” ucap Ridwan.

SKPD dengan rerata tertinggi tersebut antara lain Kecamatan Antapani, Kecamatan Astanaanyar, Kecamatan Gedebage, Rumah Sakit Khusus Ibu dan Anak, serta Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana.

Usai evaluasi tersebut, Ridwan berharap agar para ASN bisa optimal dalam bekerja melayani masyarakat. Jika tidak, ia khawatir percepatan pembangunan bisa terganggu dari segi sumber daya manusia.

“Semoga ini menjadi perhatian, bahwa kinerja seluruh ASN ini dimonitor dengan system smart city yang kita miliki ini,” pungkasnya.

Bagikan
Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *