02 Menang di 21 Daerah Jabar, Saksi Tolak Tandatangani Hasil Rekapitulasi

14 Mei 2019 / 06:26 WIB Dibaca sebanyak: 630 kali 1 Komentar

BANDUNG, BBCom–Saksi dari pasangan calon presiden dan wakil presiden Nomor Urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno tolak tandatangani hasil rekapitulasi penghitungan suara Pilpres 2019 yang dilakukan KPU Jabar. Alasannya, pesta demokrasi lima tahunan kali ini penuh dengan kecurangan. Dari 27 kota/kabupaten di Jawa Barat, 02 menang di 21 daerah. 01 hanya unggul di 6 daerah.

“Kami dari saksi paslon nomor 02 tidak akan menandatangani hasil rekapitulasi di Provinsi Jabar,” kata Melda Hutagalung perwakilan saksi Prabowo-Sandi di sela rapat pleno yang berlangsung di kantor KPU Jabar, Jl Garut No11, Bandung, Senin, 13 Mei 2019.

Sebagaimana diketahui, rapat pleno terbuka rekapitulasi suara Pemilu Serentak 2019 tingkat KPU Jabar telah berlangsung sejak Rabu (8/5). Rapat dihadiri perwakilan saksi dari partai peserta Pemilu, Bawaslu Jabar dan pihak lainnya.

Pada Senin (13/5) sebagai hari terakhir rekapitulasi suara, KPU Jabar telah menyelesaikan pembahasan hasil suara di 27 kabupaten/kota. Berdasarkan rapat tersebut sudah tidak ada lagi perbedaan data di masing-masing pihak.

Namun, di tengah rapat, seorang saksi 02 menyampaikan tidak akan menandatangani hasil rekapitulasi yang dilakukan. Melda sebagai saksi dari pasangan Prabowo-Sandi itu menilai pelaksanaan Pemilu 2019 penuh kejanggalan.

Melda juga telah menyiapkan semua alasan dan keberatannya ke dalam dokumen DC2. Contohnya, dugaan pengerahan massa saat pelaksanaan Pemilu 17 April lalu. Kemudian ada juga dugaan ketidaknetralan aparat dalam penyelenggaraan Pemilu.

“Ada juga beberapa yang Bawaslu meminta rekomendasi pemungutan suara ulang tapi tidak dilakukan oleh KPU,” ucapnya.

Melda turut menyoroti banyaknya petugas KPPS yang meninggal dunia. Baginya, semua itu harus diselidiki dan diungkapkan kepada publik sehingga masalah ini bisa terang benderang.

“Kami ingin menang dengan cara jujur dan adil. Jadi dengan alasan itu kami tidak menandatangani. Walaupun kami menang di Jabar, kami tidak tandatangani,” tutur Melda.

Sementara itu, Komisioner KPU Jabar Endun Abdul Haq, menghargai sikap dari saksi pasangan 02 tersebut. Selain itu, lanjutnya, saksi juga sudah menyampaikan alasannya dalam formulir DC2.

“Kami menghormati sikap saksi yang tidak mau atau tidak menandatangani hasil. Tapi sesuai aturan KPU, bagi saksi yang tidak mau menandatangani hasil rekapitulasi harus mengungkap alasannya di formulir DC2 KPU Jabar,” kata Endun.

Meski saksi 02 tidak mau menandatangani rekapitulasi, menurut Endun, hal itu tidak mengurangi keabsahan pengesahan hasil rekapitulasi.

02 Menang di 21 Daerah

Pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Salahudin Uno berhasil mengungguli pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin dalam perolehan suara Pilpres 2019 di Provinsi Jawa Barat.

Berdasarkan rekapitulasi suara Pilpres 2019 yang dilakukan KPU Jabar, pasangan Jokowi-Ma’ruf meraih 10.750.568 suara. Sedangkan pasangan Prabowo-Sandiaga 16.077.446 suara.

Total pengguna hak pilih dalam Pilpres 2019 di Jabar sebanyak 27.467.370 orang. Sebanyak 26.828.014 dinyatakan sebagai suara sah dan sebanyak 639.356 suara tidak sah.

Dari 27 kota/kabupaten di Jawa Barat, pasangan Prabowo-Sandiaga berhasil menguasai perolehan suara di 21 daerah. Sementara pasangan 01 Jokowi-Ma’ruf hanya unggul di 6 daerah. Di antaranya di Kota Cirebon, Kota Banjar, Kabupaten Pangandaran, Indramayu, Kabupaten Cirebon dan Subang. @ris

Bagikan
Share

1 Komentar

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *