Yakinkan Diri, Bahagia Pasti Datang

19 Mei 2019 / 05:28 WIB Dibaca sebanyak: 522 kali Tulis komentar

Foto by : freepik

Ketetapan takdir dirangkai berdampingan dengan hikmah kehidupan, seperti halnya bahagia berdampingan dengan rasa syukur, malas berdampingan dengan penyesalan, cobaan berdampingan dengan kesabaran, kehilangan berdampingan dengan ikhlas.

Sadar ataupun tidak, yang terjadi saat ini bukanlah suatu hal yang sia-sia. Allah siapkan hikmah dalam setiap proses yang kita jalani, melatih diri untuk lebih kuat, lebih tenang, lebih ikhlas dalam menerima takdir-Nya.

Berbicara tentang takdir kehidupan, dalam setiap perjalanan memang bukan hanya bahagia yang selalu menemani, bukan hanya tawa yang mengiringi langkah, bukan hanya impian-impian yang terwujud dengan mudahnya yang menjadi akhir cerita dari apa yang kita rencanakan. Tangis, penyesalan, kesendirian, amarah, kesedihan serta setiap emosi juga hadir mewarnai kehidupan di dunia yang sementara ini.

Saat kehidupan tak menjadi seperti apa yang diharapkan dan cobaan yang menghadirkan duka datang menghampiri , rasanya ingin sekali mengusirnya pergi, melupakannya dan segera menenangkan diri. Namun pada nyatanya, liku kehidupan memang tidak bisa ditolak atau dipilih. Garis takdir selalu terukir dicatatan kehidupan setiap insan dan akan terus terukir sampai Allah izinkan untuk kembali ke alam yang kekal.

Mungkin saat ini, ada diantara kita yang sedang mencoba bangkit dari setiap kesulitan, menghadapi cobaan yang datang silih berganti, menempuh langkah demi langkah dengan perlahan disetiap harinya dan diyakinkan akan menuju kebahagiaan.

Dalam setiap beban kehidupan yang Allah izinkan terjadi atas kamu, untuk setiap masalah yang harus dihadapi, tetaplah jadi pribadi yang optimis dan teruslah bangkit, yakinlah kau adalah sosok yang hebat untuk menghadapi setiap takdir yang Allah izinkan atasmu. Yakinlah dari arah yang belum terlihat, dimasa yang akan datang, pasti ada hikmah yang telah Allah siapkan untuk menjadi pelajaran bagi diri agar lebih berarti dikemudian hari. (Nurul Fajriyah)

Bagikan
Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *