,

Walikota Banjar Hadiri Gelar Pasukan Operasi Ketupat Lodaya 2019.

28 Mei 2019 / 19:08 WIB Dibaca sebanyak: 214 kali 1 Komentar

BANJAR, BBCom-Walikota Banjar DR Hj Ade Uu Sukaesih MSI bersama Kapolres Banjar didampingi Dandim 0613 Ciamis bersama Danlanud Wiriadinata Tasikmalaya memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Lodaya 2019.

Apel gelar pasukan dilaksanakan di Lapangan Mapolres Banjar dihadiri unsur Forkopimda kota Banjar dan pasukan TNI, Polri, Dishub,Sat Pol PP, BPBD, Saka Bhayangkara

Walikota Banjar pada kesempatan tersebut membacakan amanat Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Prof. H.Muhammad Tito Karnavia, Ph.D salah satunya terkait potensi kerawanan yang akan dihadapi dalam penyelenggaraan Operasi Ketupat Tahun 2019 yang semakin kompleks.

“Berbagai gangguan terhadap stabilitas kamtibmas berupa aksi serangan teror, baik kepada masyarakat maupun kepada personel dan markas Polri, berbagai kejahatan yang meresahkan masyarakat, seperti pencurian, perampokan, penjambretan, begal, dan premanisme”

“Aksi intoleransi dan kekerasan, seperti aksi sweeping oleh ormas gangguan terhadap kelancaran dan keselamatan transportasi darat, laut, dan udara serta permasalahan terkait stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok dan bencana alam serta tetap menjadi potensi kerawanan yang harus diantisipasi secara optimal dalam Operasi Ketupat Tahun 2019,” ucapnya

Lebih lanjut Kapolres Banjar AKBP Yulian Perdana,SIK menyebutkan bahwa Operasi Ketupat Tahun 2019 akan diselenggarakan di seluruh 34 Polda dengan 11 Polda prioritas salah satunya Polda Metro Jaya, Polda Jawa Barat, Polda Jawa Tengah, Polda DIY, Polda Banten, Polda Lampung, Polda Bali, dan Polda Papua.

Ia juga mengatakan, Operasi Ketupat Tahun 2019, yang akan digelar selama 13 hari, mulai Rabu dini hari tanggal 29 Mei 2019, sampai dengan hari Senin tanggal 10 Juni 2019, memiliki karakteristik yang khas dibandingkan dengan operasi di tahun-tahun sebelumnya.

Acara gelar pasukan operasi ketupat untuk  menghadapi hari raya idul fitri di tutup dengan pemusnahan kanlpot yang tidak standard. (Humas Polres/Johan)

Bagikan
Share

1 Komentar

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *