Via Kuat Mampu Bertahan Menghadapi Segala Macam Hal

10 April 2018 / 20:01 WIB Dibaca sebanyak: 909 kali Tulis komentar

JAKARTA BBCom-Shelviani Candra atau yang biasa dipanggil Via, merupakan mahasiswi semester 8 di Program Study Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Udayana.

Via juga sempat menjadi Runner Up I “Jegeg Gianyar 2017” yang merupakan Duta Wisata Tingkat Kabupaten. Dan di awal tahun 2018 ini, dipercaya menjadi Runner Up I “Puteri Indonesia” dari Bali.

“Bagi saya, kalau terlalu susah untuk menjadi lebih baik dari orang lain, setidaknya saya bisa menjadi yang terbaik bagi diri saya sendiri. “Be the better me,” lah….” kata Via dengan senyum manisnya.

Mengenai prestasi sendiri Via menuturkan, bahwa hal itu tidak lepas dari dukungan banyak pihak. Terutama keluarga dan sahabat. Dukungan yang tidak ada hentinya dan dukungan moril serta materil yang mereka berikan. Membuat Via bisa berkarya dan melakukan hal-hal yang positif sampai sekarang.

“Sebenarnya saya bukan orang yang memiliki rasa percaya diri (PD). Malah dulu itu, justru suka merasa minder untuk melakukan sesuatu. Namun semakin kesini, ya… itu, justru dengan mencoba sesuatu yang tidak pernah saya pikirkan. Dan saya selalu berusaha, kemudian berhasil dan saya belajar untuk menghargai diri saya sendiri,” terangnya gadis cantik kelahiran Denpasar, 2 Februari 1996 ini dengan nada penuh rasa optimis.

Via selalu merasa diri rendah. Dan sering membandingkan dengan orang lain. Seringkali dirinya membuat tidak berkembang, karena terlalu sering memikirkan hasilnya, namun tidak pernah bertindak.

“Akan lebih baik jika kita memotivasi diri sendiri untuk menjadi yang terbaik, sesuai dengan diri kita sendiri. Kita tidak akan tahu diri kita bisa, menjadi sangat luar biasa. Seandainya tidak pernah keluar dari zona tidak nyaman,” ujar Via memberikan alibinya.

Gadis cantik ini mengaku, bahwa bisa kuat dan bertahan dalam menghadapi segala macam hal karena keluarga. Perjuangannya selama ini juga, merupakan cara sebagai pembuktian. Bahwa kedua orangtuanya berhasil mendidik menjadi manusia yang bisa berkarya dan bermanfaat.

“Meskipun saya pernah menjadi anak “broken home”. Tapi tetap belajar untuk bisa memaafkan keadaan, juga berdamai dengan diri sendiri,” tandasnya. (ks)

 

Bagikan
Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *