oleh

UPTD Kesehatan Banjaranyar Sosialisasi Stunting di Desa Karyamukti

CIAMIS | BBCOM | Kepala Desa beserta UPTD kesehatan Banjaranyar, gelar sosialisasi penanganan stunting bagi tokoh dan masyarakat di aula desa Karyamukti Kecamatan Banjaranyar Kabupaten Ciamis Jawa Barat, Senin (26/06/2020). 

Stunting, bagian salah satu bentuk malnutrisi yang menjadi masalah sosial dan ekonomi yang terus berlanjut di Indonesia, dimana  sekitar 1 dari 4 anak dibawah usia lima tahun tidak tumbuh ideal.Usia lima tahun pertama di anggap sebagai masa pertumbuhan kritis bagi setiap anak.

Dalam pembukaan acara, Pjs Kepala Desa Karyamukti, Sariman mengatakan ” semoga hasil pemaparan materi stunting, bisa kita implementasikan di kehidupan sehari hari. Kita selaku para orang tua, harus memenuhi nutrisi dan gizi serta menerapkan gaya hidup sehat terhadap anak”.

BACA JUGA  OPD Harus Maksimal Gunakan Anggaran Untuk Pembangunan.

“Harapan saya, kepada ibu- ibu PKK serta para tokoh dapat mengsosialisasikan materi ini kepada masyarakat”ujarnya.

Sementara itu Kepala UPTD Kesehatan Banjaranyar, Ari Angga Rianto S Kep ners. Menjelaskan, stanting itu pertumbuhan balita dari usia 2 sampai 5 tahun tidak dalam kondisi normal, seperti pendek atau sangat pendek.Dari 75 anak, ada sekitar 13 anak di Desa Karyamukti yang di kategorikan stanting,dalam hitungan persentase sekitar 4,6 % .

BACA JUGA  Tingkatkan Sinergitas Pemberantasan Pungli, Satgas Saber Pungli Jabar Gelar Rakerda

“Stunting dapat di cegah dengan pemberian nutrisi yang tepat terhadap balita, serta pemantauan dalam pertumbuhan yang ketat sehingga anak dapat tumbuh secara optimal”.

“Orang tua harus memantau pertumbuhan anaknya dan memastikan memberi nutrisi yang tepat. Supaya anak kuat di dapatkan sejak dini, untuk memaksimalkan potensinya  di masa mendatang” terangnya.

“Disinilah peran pentingnya  orang tua, memenuhi asupan nutrisi dan gizi serta hidup sehat yang di terapkan pada anak, guna mempersiapkan fondasi yang kuat untuk  tulang dan otak,”pungkas Ari. (G/Hendra)

Komentar