oleh

Ratusan Warga Desa Ciheulang Terima Bantuan BPNT Periode Januari – Maret 2022

KAB. BANDUNG | BBCOM | Sebanyak 436 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Desa Ciheulang, Kecamatan Ciparay,Kabupaten Bandung. Menerima Bantuan BPNT dari Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) .Namun penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Periode Januari – Maret 2022 ini, mekanisme BPNT diubah oleh Kemensos menjadi dana tunai per bulan Rp 200 ribu, dicairkan setiap tiga bulan sekali dengan total Rp 600 ribu. Adapun pencairannya melalui PT Pos Indonesia.

Dalam penyaluran dana BPNT di desa tersebut, dipantau langsung Camat Ciparay Gugum Gumilar yang berlangsung di Gedung Serbaguna Desa Ciheulang, Rabu (23/02/2022).

Usai memantau Camat Ciparay Gugum Gumilar mengatakan, Dalam penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Periode Januari – Maret 2022 ini, ada kebijakan yang berbeda yang sebelumnya disalurkan melalui agen atau melalui e-Warung yang ada di bawah Bank BNI.

“Tapi saat ini pendistribusian BPNT,
secara tunai melalui PT Pos Indonesia sebesar Rp 200 ribu perbulan dicairkan setiap tiga bulan sekali dengan total Rp 600 ribu.Himbauan Pemerintah melalui Kemensos dana bantuan tersebut untuk dipergunakan dan dimanfaatkan pembelian sembako, sesuai dengan surat perjanjian KPM untuk dibelikan 9 bahan poko. Mudah – mudahan bantuan ini bisa membantu masyarakat , “pungkasnya.

Kepala Desa Ciheulang Rubby Nur Habibi disela kesibukanya juga mengatakan, Dirinya merasa bersukur pada hari ini telah dilaksanakan kegiatan penyakuran BPNT berupa dana tunai pada 436 KPM di desanya. Sesuai anjuran dari Kemensos bahwa bantuan tersebut wajib dibelikan sembako.

“Sebelum pelaksanan pembagian, kami juga sudah memberikan himbauan pada KPM, bahwa dana tersebut tidak boleh dipergunakan untuk apa pun selain dipergunakan untuk pembelian sembako.

“Apalagi situasi seperti ini babtuan Januari Maret, bisa setok bahan poko untuk beberapa minggu kedepan, minimal bisa diterima oleh masyarakat. Sehingga bisa meringankan beban masyarakat, “tuturnya.

Lanjut Rubby, pihaknya juga tidak sepakat kalau dana bantuan BPNT ini uangnya dipergunakan untuk yang lain-lain apalagi dibelikan untuk pulsa, kebutuhan lain seperti untuk bayar utang. Itu tidak boleh karena tidak sesuai dengan peruntukan.

“Tapi Alhamdulillah warga kami di Desa Ciheulang, semuanya dibelanjakan 9 kebutuhan bahan poko, ” Imbuhnya.

Rubby berharap, mudah-mudahan kedepan warga penerima bantuan BPNT bisa bertambah. Karena warga kami sangat sedikit yang mendapatkan BPNT.

Suka tidak suka apalagi situasi seperti ini banyak masyarakat yang membutuhkan, yang dapat hanya 436 KPM dari total jumlah warga KPM di Desa Ciheulang ini seharusnya 1400 KPM. Namun pencairan pada hari ini baru seper Tiga, ini membuat pertanyaan besar bagi masyarakat.

“Tapi tetap kami kedepan berharap, KPM-KPM yang belum dapat bantuan BPNT dari pusat. Semoga kartunya bisa hidup kembali dan bisa mendapatkan bantuan kembali, “tutup Rubby. *US*

Komentar