Puasa, Menghormati atau Dihormati?

19 Mei 2019 / 21:21 WIB Dibaca sebanyak: 91 kali 1 Komentar

Puasa bulan penuh keberkahan, banyak orang mencari berkah puasa dengan berjualan. Tapi, banyak kontroversi yang terjadi, katanya harus menghormati orang yang sedang berpuasa dengan tidak berjualan. Jadi, orang yang berpuasa harus menghormati atau dihormati?

Ibu Haryati contohnya, yang tetap berjualan lauk pauk walaupun sedang bulan ramadhan. Menurutnya, dia tetap berjualan karena kebutuhan hidupnya hanya dari berjualan saja. Ia tidak memiliki penghasilan lain selain berjualan lauk pauk. Walaupun bersebrangan dengan Masjid Nurul Hidayah, Jakarta Utara namun, Ibu Haryati tetap merasa aman kendati sudah saling berkomunikasi dengan dewan pengurus masjid.

“Saling menghormati mas, saya jugakan berjualan harus menghormati yang puasa. Makanya tempat jualan saya, saya tutupi hordeng agar orang yang sedang puasa tidak melihat makanan saya,” kata Ibu Haryati. “Tapi, pernah ada orang mas yang komplen kenapa saya tetap berjualan dibulan ramadhan. Saya bilang sudah izin juga sama pengurus masjid, dan ini cuman penghasilan saya satu-satunya. Akhirnya orang itupun mengerti.”

Berpuasa untuk belajar saling menghormati, bukan untuk dihormati oranglain. Puasa mengajarkan kita merasakan apa yang saudara kita rasakan ketika tidak punya uang untuk makan. Namun, terkadang kita justru tidak menghormati oranglain hanya karena kita sedang berpuasa. Seperti, membuat aturan jam buka bagi setiap warung makan pada saat bulan ramadhan. Hal ini membuat kita lupa bahwa warung makan tak hanya untuk orang berpuasa tetapi masih ada saudara kita yang tidak berpuasa (non muslim). (BRW)

Muhammad Imam Birawa – Mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta

Bagikan
Share

1 Komentar

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *