oleh

Program DP2KBP3A Ciptakan Kampung Berkualitas dan Harmonisasi Keluarga

KAB. BANDUNG | BBCOM | H. Muhammad Hairun Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Bandung, mengatakan, program Kampung Keluarga Berkualitas. salah satu program guna meningkatkan peran keluarga dalam memberikan pendidikan kepada anaknya.

Program bina keluarga balita, bina keluarga remaja, disitu petugas kita atau kader kita memberikan edukasi terhadap ibu ibu, Dan kemudian menyampaikan kembali kepada keluarganya,” ungkap Hairun

H.Muhammad Hairun menjelaskana, bahwa program ketahanan keluarga juga akan terus digencarkan. Apalagi DP2KBP3A sudah menyiapkan sejumlah petugas hingga ketingkat desa. Kata Hairun, program ini dilakukan untuk mencegah kekerasan dalam rumah tangga. (KDRT)

Selanjutnya, program RW ramah anak dan juga program pembinaan keluarga, itu yang kita gulirkan agar keluarga itu bisa membina keluarganya dan mengurangi kekerasan dalam rumah tangga dan anak,” lanjut Hairun.

BACA JUGA  Kemarau Panjang Bupati Bandung Gelar Sholat Istisqo Bersama

Apalagi saat ini ditengah pandemi Covid 19 ini,  peran dan fungsi Ibu sangat penting. Dalam keluarga, Diantaranya adalah fungsi pendidikan, fungsi kasih sayang, fungsi perlindungan hingga fungsi keagamaan.

Sosok Ibu dikeluarga sebagai pendidik yang artinya selalu memberikan edukasi pendidikan kepada anggota keluarganya, baik, anaknya maupun suaminya serta lainnya. Seperti saat ini, Bagaimana anggota keluarga itu terhindar dari penularan Covid 19 dengan mengikuti program 5M,”kata Hairun.

Sebagai fungsi kasih sayang, lanjut Hairun, seorang ibu harus harus bisa memberikan kasih sayang dan pembinaan. Misalnya, kalau ada pelajaran yang tidak dikuasai anak, seorang ibu tidak boleh sampai tertekan sehingga mengakibatkan terjadinya kekerasan.

Peran penting seorang ibu, yaitu pembinaan terhadap anak. Namun jangan sampai ibu mengalami tekanan. Sudah cari uang susah, cari makan susah, ditambah pelajaran sekolah, memang kadang-kadang emosi, dan bisa terjadi pemukulan itu engga boleh, Kemudian fungsi perlindungan, harus melindungi keluarga, terutama anak yang masih dibawah balita, dimana anak perlu asupan gizi dan ASI eksklusif.

BACA JUGA  Ajak RT/RW Berinovasi, Pemdes Weninggalih Sosialisasi Tepat Guna

Misalnya dibawa ke posyandu atau rumah sakit untuk mendapatkan pelayanan kesehatan, itu peran ibu sangat besar, artinya bagaimana seorang ibu memperhatikan kesehatan anak di masa pandemi, Hairun mengatakan jangan sampai terjadi suasana perang dunia di dalam rumah. Pasalnya, hal itulah yang biasa memunculkan terjadinya kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Jangan sampai di keluarga itu tidak ada harmonisasi, kalau tidak ada kerukunan maka saling mengalah, dan timbul kekerasan. Jadi fungsi-fungsi mendidi, mengawasi juga harmonisasi tersebut memang harus dijalankan dengan baik agar tercipta keluarga yang baik pula,” tuturnya (*R)

Komentar