oleh

Prada M. Ilham Pelaku Kasus Ciracas Dipecat dari Keanggotaan TNI

JAKARTA | BBCOM | Prada M. Ilham tersangka pelaku utama penyebaran berita bohong yang mengakibatkan penyerangan Polsek Ciracas yang dilakukan oleh 77 oknum prajurit TNI pada Agustus Tahun 2020 menjalani sidang pembacaan putusan di Pengadilan Militer II-8, Jakarta Timur, Kamis (29/4/2021).

Dalam sidang putusan ini tersangka M. Ilham divonis hukuman 12 bulan penjara dengan larangan tambahan yaitu pemecatan. Menanggapi putusan ini sidang tersangka Prada M. Ilham menyatakan pikir-pikir setelah meminta pendapat kuasa hukumnya. Vonis yang diberikan Hakim Kolonel Chk (K) Prestiti Siswayani, SH, lebih ringan dari riwayat jaksa sebelumnya yaitu 18 bulan dengan larangan tambahan pemecatan.

Saat menjatuhkan putusan, Hakim mempertimbangkan beberapa hal yang memberatkan dan meringankan. “Hal yang memberatkan Prada Ilham menurut Hakim telah merusak citra TNI Angkatan Darat dan TNI secara umum, hal yang meringankan tersangka menurut Hakim berterus terang dan menyesali perbuatannya serta belum pernah atribut dengan hukum,” ujar Kolonel Chk (K) Prestiti.

BACA JUGA  Polres Trenggalek Gelar Apel Gabungan Kesiapan Ops Prokes

Sementara itu, Oditur Militer Letkol Chk Salomon Balubun, SH, MH mengatakan bahwa Prada M. Ilham terbukti melakukan tindak pidana penyebaran berita bohong yang menyebabkan kerusuhan di kalangan masyarakat sehingga menyebabkan jatuhnya korban. “Hal ini pidana diatur dan diancam tindak dalam Pasal 14 ayat 1-Undang RI Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana,” katanya.

BACA JUGA  Polres Mojokerto Tak kenal lelah Ingatkan Prokes Kepada Warga

Selain sidang M. Ilham beberapa terdakwa juga diputuskan hukuman, antara lain Prada Irfan di pidana dengan 11 bulan kurungan penjara, Prada Muhammad Nanda Prabowo 11 bulan kurungan penjara, Prada Bagas Pradipta 11 bulan kurungan penjara. Agenda sidang berikutnya yang selalu memeriksa saksi dan akan melihat minggu depan.(us/puspen tni)

Komentar