oleh

Polri Selidiki Asal Usul Senpi yang Digunakan Pengikut MRS

JAKARTA | BBCOM | Polri menyatakan bakal menyelidiki asal usul senjata api (Senpi) yang digunakan oleh pengikut MRS saat menyerang penyidik Polda Metro Jaya.

“Terkait keberadaan atau mereka-mereka yang punya senpi, dari mana, nanti akan diselidiki lebih lanjut,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono.

Awi mengatakan selain menyelidiki asal usul Senpi tersebut, Polri juga masih menelusuri jejak 4 pengikut MRS yang kabur. Termasuk, mereka yang menyerang dengan menembak aparat kepolisian.

“Ya tadi, masih dilakukan penyelidikan, terkait senpi, yang kabur, mengapa menembak polisi, semua masih berproses,” tuturnya.

Awi menegaskan bahwa warga sipil tidak boleh memiliki senpi. Polisi menyebut juga menyita senjata tajam, salah satunya pedang samurai.

BACA JUGA  Empat Dari Enam Tersangka Penipuan Diamankan Polisi Dua Lagi Masih Buron

“Yang jelas kan warga sipil tak boleh membawa senpi. Apalagi mereka membawa samurai, celurit,” terang Awi.

Sebelumnya, Aparat Kepolisian Polda Metro Jaya menembak mati 6 orang dari 10 orang diduga pengikut MRS. Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran mengatakan keenamnya ditembak mati karena berusaha melawan petugas.

Awalnya, Fadil menjelaskan anggotanya mendapati informasi adanya pengerahan massa diduga pengikut MRS yang bakal diperiksa hari ini di Polda Metro Jaya. Penyidik Polda Metro Jaya pun menelusuri di tol Jakarta-Cikampek.

“Sekitar pukul 00.30 WIB di jalan Tol Jakarta-Cikampek KM 50 telah terjadi penyerangan terhadap anggota Polri yang sedang melaksanakan tugas penyelidikan terkait rencana pemeriksaan MRS yang dijadwalkan berlangsung hari ini jam 10.00 WIB,” jelas Irjen Fadil Imran di Mapolda Metro Jaya, Senin (7/12/2020).

BACA JUGA  Pembagian Dana BLT-DD, Polsek Cikijing Pantau Penerapan 3M

Informasi tersebut kemudian diselidiki. Tim kepolisian kemudian melakukan pembuntutan terhadap kendaraan pengikut MRS di Tol Jakarta-Cikampek.

Namun, mobil penyidik dipepet oleh pengikut MRS. Polisi pun melakukan perlindungan diri dengan melakukan tindak tegas dan terukur.

“Anggota yang terancam keselamatan jiwanya karena diserang, kemudian melakukan tindakan tegas dan terukur sehingga terhadap kelompok yang diduga pengikut MRS yang berjumlah 10 orang, meninggal dunia sebanyak 6 orang,” ujarnya.(Humas Polri/S)

Komentar