,

Perjuangan Seorang Ibu Pedagang Ikan di Pasar

21 Juni 2019 / 22:40 WIB Dibaca sebanyak: 481 kali Tulis komentar

oleh Fajar Rizky Ramadhan

Senyum ramah tergaris di wajahnya,menjajakan dagangannya pada tiap pembeli yang datang. Ibu Narsih namanya,seorang pedagang ikan di pasar Pondok Labu. Ibu Narsih adalah kelahiran 4 April 1967,kelahiran kota Semarang. Orang tua tunggal yang memiliki 2 anak. Berdagang di pasar Pondok Labu sejak tahun 1998 hingga  sampai saat ini.

Dari kecil Ibu Narsih sudah membantu orang tua nya untuk berdagang di pasar. Sepulang sekolah lekas langsung ke pasar untuk membantu. “Dari kecil saya memang sudah jiwa pedagang,ibu bapakku dagang ikan juga. ya saya tinggal nerusin usahanya sampai sekarang ini”, ucap Ibu Narsih. Meskipun begitu,Ibu Narsih tidak ingin anaknya bernasib sama sepertinya menjadi seorang pedagang ikan. Ingin menyekolahkan anak setinggi tingginya agar bisa kerja kantoran.

BACA JUGA  DPRD Jabar Menyetujui Langkah Pembangunan di Kabupaten Cianjur

Berdagang dari pagi hingga malam hari dari jam 4 pagi sampai dengan jam 8 malam,namun jika dagangannya sudah habis bisa pulang lebih cepat. Ibu Narsih biasa berangkat ke pasar menggunakan sepeda. Berjualan sendiri tanpa memperkerjakan seseorang untuk membantu. Namun terkadang anaknya menyusul ke pasar untuk membantunya.

Berdagang berbagai macam jenis ikan asin,ikan kembung,ikan bandeng,dan macam jenis lainnya. Terkadang jika barang yang dijual tidak habis,Ibu Narsih biasanya membagikannya kepada saudara atau tetangga sekitar rumahnya. Beberapa tetangga juga biasa membelinya begitu Ibu Narsih sudah dirumah karena bisa lebih memudahkan untuk membeli tanpa harus datang ke pasar.

BACA JUGA  Kapolres Banjar Kunjungi Pondok Pesantren Faturohman di Desa Binangun

Hasil dari berdagang biasa digunakan untuk kebutuhan rumah. Lebihnya uang akan ditabungkan jika ada keperluan mendesak. Beberapa juga disisihkan untuk membayar sewa lapak di pasar,dimana biasa dibayar dengan sistem tahunan. Sudah menjadi hal yang biasa untuknya mengatur keuangan agar bisa tercukupi semuanya.

Orang tua akan melakukan apa saja untuk menciptakan kondisi keluarga yang didambakan. Segala lelah akan terbayar jika keinginan tercapai. Bersyukur  menjadi kunci kebahagiaan tiap orang atas segala hal yang diberikan tuhan kepada hambanya.

Bagikan
Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *