KOTA CIREBON | BBCOM – Menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Pemerintah Kota Cirebon menggelar Festival Ramadan dengan menyiapkan 498 lapak pedagang takjil di sepanjang Jalan Siliwangi. Kegiatan ini menjadi momentum untuk menggerakkan perekonomian pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sekaligus menghadirkan pusat kuliner Ramadan yang tertata dan nyaman bagi masyarakat.
Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, memastikan seluruh persiapan teknis telah rampung. Hal tersebut disampaikan usai rapat koordinasi bersama seluruh perangkat daerah dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Ruang Prabayaksa Balai Kota, Rabu (18/2/2026).
“Alhamdulillah, seluruh persiapan sudah clear dan siap dilaksanakan bertepatan dengan hari pertama puasa sesuai ketetapan pemerintah. Kami ingin Ramadan tahun ini membawa berkah, tidak hanya bagi umat Islam yang beribadah, tetapi juga bagi para pedagang yang mencari nafkah,” ujar Effendi.
Sebanyak 498 pedagang telah terdata dan akan menempati tenda-tenda yang disediakan di sepanjang Jalan Siliwangi. Variasi produk yang ditawarkan pun beragam, mulai dari aneka takjil tradisional, makanan siap saji, hingga busana muslim.
Wali Kota mengimbau para pedagang untuk menjaga lima prinsip utama, yakni ketertiban, kebersamaan, keamanan, kebersihan, dan kenyamanan. Ia juga meminta masyarakat tidak terpusat pada satu titik agar kepadatan bisa diurai secara merata.
“Jangan berebut di satu tempat. Ada ratusan pedagang dengan menu yang beragam dan kualitas yang merata. Mari kita jaga suasana tetap tertib dan nyaman,” katanya.
Untuk mengantisipasi kemacetan, Pemkot melarang sistem belanja drive-thru atau berhenti di bahu jalan. Pengunjung diminta memarkir kendaraan di kantong parkir resmi yang telah disiapkan, antara lain di area Balai Kota, Gedung DPRD, Bank BJB, dan Gedung Setda.
“Kami siapkan kantong parkir yang luas. Petugas dari Dishub dan Satpol PP akan mengingatkan agar tidak ada parkir di depan tenant. Silakan parkir di lokasi yang tersedia lalu berjalan kaki menikmati suasana festival,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perdagangan, dan Perindustrian (DKUKMPP) Kota Cirebon, Iing Daiman, menyebut Festival Ramadan menjadi wadah strategis untuk meningkatkan pendapatan UMKM lokal.
“Festival ini bukan sekadar tempat berjualan, tetapi penggerak ekonomi lokal. Selain kuliner dan busana muslim, kami juga menghadirkan layanan publik seperti Samsat dan BJB Night agar masyarakat bisa mengurus administrasi sambil ngabuburit,” jelas Iing.
Terkait lalu lintas, Pemkot tidak menutup total Jalan Siliwangi. Namun, rekayasa lalu lintas akan diterapkan secara situasional apabila terjadi lonjakan pengunjung. Petugas dari Dinas Perhubungan dan Satpol PP disiagakan untuk memastikan arus kendaraan tetap lancar.
Festival Ramadan di Jalan Siliwangi dijadwalkan berlangsung setiap hari mulai pukul 15.00 WIB hingga 04.00 WIB selama bulan suci Ramadan, dengan harapan mampu menciptakan suasana religius sekaligus menggerakkan roda perekonomian masyarakat Kota Cirebon. ( bud/ )















