Pasar Tradisional Akan Tetap Ada

20 Juni 2019 / 21:25 WIB Dibaca sebanyak: 216 kali Tulis komentar

Foto By : Donatus Lewo Ladjar

Murah, banyak dan tawar-menawar adalah ciri dari pasar tradisional. Setiap barang dan juga bahan makanan yang dijual sangat ramah untuk kantong masyarakat menengah kebawah. Dengan membawa uang yang sedikit, dapat pulang dengan membawa banyak bahan belanjaan. Cukup dengan menawar harga, bisa mendapatkan diskon atau bonus barang belanjaan yang di beli.

Setiap waktu subuh, pasar tradisional sudah buka dan siap menawarkan barang dagangan mereka yang masih segar dan baru. Pasokan ikan, ayam, sayuran dan bahan dagangan lain yang baru mereka terima di pagi hari buta, membuat mereka harus bangun di tengah malam untuk bersiap berjualan di pagi hari.

Berjualan dari matahari belum muncul hingga matahari terbenam adalah aktifitas para pedagang di pasar tradisional. Mereka juga harus menahan bau pedas atau amis yang menyengat dari dagangan milik mereka dan pedagang lain setiap hari. Setelah selesai bekerja pun mereka masih harus membersihkan sampah dagangan mereka terlebih dahulu, agar tempat dagangan mereka terlihat rapih kembali dan tidak ada sampah yang menumpuk.

Meskipun saat ini pasar tradisional sudah semakin sepi pembeli, para pedagang tetap antusias dalam menjual barang dagangannya. Bagaimana pun cara nya mereka harus dapat menjual barang dagangan mereka hingga habis dan bisa pulang dengan membawa uang. “Walaupun harus menjual dengan harga murah, yang penting dagangan laku” itulah prinsip yang mereka punya untuk semangat dalam mencari nafkah.

Bagi masyarakat ekonomi menengah kebawah, mereka akan lebih memilih berbelanja ke pasar tradisional dibandingkan pergi berbelanja di supermarket atau mal. Mereka berpendapat bahwa harga barang yang ada di supermarket atau di mal harganya sangat mahal dibandingkan dengan barang yang ada di pasar tradisional. Tidak peduli pasar itu kotor atau bau, yang penting harganya murah dan mereka bisa membeli barang yang mereka inginkan.

Selain itu adanya interaksi antara penjual dan pembeli menjadi hal yang menarik yang terdapat di pasar tradisional. Seorang pembeli pasti selalu bertanya “Bu.. ini berapa harganya?” dan sang penjual pun kan menyebutkan harganya serta jumlahnya. Bila harga dan jumlah barangnya yang dijual tidak sesuai dengan keinginan pembeli, maka mereka akan menawar harganya atau meminta bonus lebih kepada si penjual. “Waduh kemahalan bu, kurangin ya harganya kalau tidak bonusin deh.” kata si pembeli.

Oleh karena itu, pasar tradisional pun menjadi minat dan sasaran bagi para pedagang kecil atau pedagang sayuran. Mereka biasanya mencari uang dengan membeli barang di pasar, kemudian menjualnya kembali dengan cara berkeliling. Ada juga pedagang makanan yang membeli bahan belanjaan di pasar untuk diolah menjadi makanan siap santap, yang mereka jual di rumah makan milik mereka.

Bagi sebagian orang pasar tradisional memang selalu terlihat kotor, berantakan, dan bau yang menyengat dimana-mana. Mereka menganggap hal itu jorok dan tidak higienis, bahkan membuat sepatu serta pakaian mereka menjadi kotor. Mereka lebih senang untuk berbelanja di tempat yang bersih dan rapih, seperti supermarket, mal dan pusat perbelanjaan lainnya. Mereka tidak pernah mementingkan harganya yang mahal, yang penting mereka nyaman dan senang berbelanja disana.

Meskipun begitu, pasar tradisional akan tetap ada dan masih dibutuhkan. Masih banyaknya masyarakat yang mau berbelanja dan membeli barang di pasar. Mereka yang lebih memilih harga murah, akan selalu menjadi langganan utama di pasar tradisional. (Donatus Lewo Ladjar/PNJ)

 

Bagikan
Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *