Nikamatnya Kebersamaan Di Kala Ramadan

18 Mei 2019 / 18:01 WIB Dibaca sebanyak: 140 kali Tulis komentar

Ramadan kali ini berbeda yang dirasakan oleh Deo. Ia baru saja menikah dengan pujaan hartinya yang bernama Adel. Sore ini pun ia harus menjemput sang istri di kantornya karean Deo dan Adel ingin berbuka puasa bersama. Selama ini mereka memang jarang berbuka bersama dikareakan kesibuk pekerjaan masing-masing.

Sesampainya di kantor sang istrinya ia langsung menghubunginya. Kantor Deo dan Adel tidak terbilang jauh namun, dalam perjalan tidak dapat di ditempuh dengan waktu yang cepat kerena jalan ia lewati di penuhi kendaraan bermotor lainnya. Tidak lama menungu Adel sang isrti sudah berada di dekat mobil mereka. Deo pun bergegas menyalahakan mobil untuk langsung pergi dari kantor sang istri.

Adel bertanya saat dalam perjalana “kita mau buka di mana?” Deo menjawab “di deket rumah saja ya mah.” Adel menjawab dengan anggukan menartikan setuju. Dalam perjalan mereka sembari berbicang tentang mereka di kala dulu. Dengan asiknya mereka ngobrol mereka melupakan waktu dan perjalan yang begitu lama. Deo pun melihat jam tangannya. Waktu sudah mendakati waktu berbuka namun, mereka belum dekat dengan rumah.

Pada akhirnya mereka mencari tempat makan di sekitar mereka untuk berbuka. Mereka berbuka pada warung sederhana yang menyediakan makanan khas Jogjakarta. Mereka memang tidak begitu suka makan pada tempat-tempat yang terbilang eksklusif. Bukannya tidak mampu, namun bagi mereka lebih menyenangkan makan di rumah makan sederhana seperti ini semabari mengigat mereka saat awal pekenalan pada masa kuliah.

Adzan berkumandang mereka tidak langsung menyatap makanan begitu saja. Mereka hanya mebatalkan dengan teh manis dan mereka bergegas untuk ke masjid untuk melaksakan kewajiban.  Selesai melakasakan kewajabian mereka baru lah mereka kembali ke warung makan yang tadi mereka singahi. Sedang asik mereka melahap makanan yang mereka pesan mata Deo melihat pilu di seberang jalan terdapat ibu paruh baya dan dua anak dengan dua anak kecil sedang merengek kelaparan dalam gerobak. Ia sebuah ibu dan dua anak itu disebut manusia gerobak.

“Mah coba lihat kebelakang kasian mereka” sapa Deo menyuru Adel melihat ke belakang dirinya. Adel seketika menegok ke belakang dan hati Adel diserang rasa sedih karena begitu sulitnya di rasakan ibu terbut. Adel menyuru sang suami untuk menghapir ibu dan dua anak dan mengajak makan bareng dengan mereka. Langsung saja Deo sang suami menghampiri ibu paruh baya itu. Memang pada saat kuliah mereka sering ikut acara sosial pada bulan Ramadan.

Awalnya Ibu yang benama yanti menolak ajakan Deo untuk berbuka bareng dengan keluarga kecil mereka pada warung sederhana tersebut. Namun Deo tetap memaksa Ibu paruh baya untuk bareng mereka. Akhirnya Ibu Yanti mensetujui dikarenakan anaknya merengek terus menurus karena kelaparan.

Sesampainya di warung sederhana itu Adel dengan ramahnya menyabut Ibu Yanti untuk duduk bersama namun Ibu Yanti terihat malu dan terharu peda pasangan muda ini yang begitu ramah padanya dan anak-anaknya. Sembari menyatap makanan Adel bercanda dengan anak paling kecil  Ibu Yanti yang bernama Ragil. Kebahagian itu begitu dirasakan oleh Adel.

Ibu Yanti bercerita kepadan Deo dan Adel kalau suaminya meminggal karena kecelakan kerja saat berkerja sebagai pekerja bangunan. Di kala itupun ia terlilit hutang yang mengharukan ia menjual harta yang ia punya yaitu rumah pada kampung halamannya. Ia kini sudah tidak memiliki apapun kecuali anak-anak yang masih kecil. Sepasang suami dan istri ini merasa iba atas cerita dari Ibu Yanti.

Pada akhirnya Bu yanti mengucapkan terima kasih pada sepasang suami istri tersebut. Ia ingin meneruskan pekerjaan yang ia geluti sekarang mencari botol plastik yang di bantu oleh anak-anaknya. Adel dan Deo mengizinkan mereka untuk pergi dengan rasa iba yang amat besar dan mereka nenitipkan uang untuk mereka namun, Ibu Yanti menolaknya “makan seperti ini saja cukup mas kami berhutang budi pada Mas dan Mba.” Akhir mereka tidak ingin memaksanya lagi dan hanya mendukung keputusan Ibu Yanti. Adel dan Deo sangat menikmati Ramadan walaupun dengan orang baru mereka kenal dan dapat berbagi seperti ini. (Fadel Ilyas Rianto)

Bagikan
Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *