oleh

Mulai Saat Ini Polres OKU Selatan Akan Mengawasi Pengguna Medsos

OKUS | BBCOM | Kepala Kepolisian Resor OKU Selatan Polda Sumsel, AKBP Zulkarnain Harahap, S.I.K., melakukan launching Virtual Police di aula serbaguna Sertu Pol Hadinata Polres OKU Selatan, pada Rabu (3/3/2021).

Kegiatan tersebut juga di Hadiri Wakil Bupati Kab OKU Selatan Sholehien Abuasir, SP., M.Si., Kadin Pariwisata, Kadin Desperindagkop, Kadis Kominfo, Para Kabag Polres OKU Selatan, para Kasat, Para Kapolsek jajaran dan para peserta Virtual police.

Dalam kesempatan tersebut Kapolres AKBP Zulkarnain Harahap, S. I. K menyampaikan tentang teknis kerja Virtual Police, Virtual Police merupakan sarana virtual dari pihak kepolisian untuk melakukan tugas preventif di dunia maya (virtual).

BACA JUGA  Biadab! Kakek Ini Tega Cabuli Cucunya Sebanyak 8 Kali Hingga Tewas

Virtual police ini dibentuk untuk melakukan patroli serta himbauan kepada para netizen yang sekiranya memposting hal-hal yang melanggar aturan sehingga dapat mencegah tindak pidana Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE),” kata Kapolres 

Ia mengatakan, jika ditemukan secara langsung postingan yang melanggar UU ITE maka akan langsung ditegur melalui Inbox atau Direct Message (DM) kepada yang bersangkutan untuk menghapus postingan tersebut.

“Kami juga akan  sering memberikan peringatan kepada sobat virtual tentang isi dari postingan dan konten yang sobat virtual itu agar tidak mengandung unsur-unsur pidana  seperti hoax, ujaran kebencian, penghinaan, maupun pornografi dan lain sebagainya. Karena itu pesan saya bijaklah dalam bermedia sosial,” tutup Kapolres 

BACA JUGA  Pelaku Pembunuhan di Desa Penanggiran Berhasil Diamankan Team Trabazz Gunung Megang

Wakil Bupati Kab OKU Selatan Sholehien Abuasir, SP., M.Si. mengapresiasi langkah Polres OKU Selatan yang menghadirkan Virtual Police untuk lebih mengawasi penggunaan media sosial. Melalui Virtual Police ini, diharapkan agar media sosial digunakan dengan baik dan dalam hal positif.

“Melalui ini juga dapat memberikan edukasi dan pemahaman kepada masyarakat agar tidak menebar konten-konten yang bersifat melanggar hukum pada media sosial,” ujarnya (sp/hms)

Komentar