oleh

Lambat Antisipasi Wabah PMK, Mirza Agam Gumay Kritisi DKPP Jabar

“DKPP Jabar harus segera update data yang tertular agar akurat, kasian petani hancur apalagi mau idul adha”

BANDUNG | BBCOM | Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) sudah menyerang sapi para peternak di Kabupaten Bandung Jawa Barat.

Di Pangalengan, terdeteksi ada 1807 ekor sapi yang diduga terinfeksi. Data Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Provinsi Jawa Barat menyebutkan, saat ini wabah PMK di wilayah Jabar, sudah menyerang hewan ternak berjenis sapi perah.

Anggota Komisi II DPRD Provinsi Jabar dari Fraksi Gerindra, H. Mirza Agam Gumay mengatakan DKPP Jabar dinilai lambat dalam menangani kasus tersebut, pasalnya wabah PMK sudah selayaknya menjadi perhatian khusus DKPP, bahkan tenaga kesehatan hewan ternak dinilai kurang profesional advokasinya terhadap para peternak.

gambar dok/ist

“DKPP jabar lambat antisipasi, minimnya obat-obatan bisa diajukan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat atau segera minta ke pusat sebagai KLB wabah PKM agar ada bantuan termasuk vaksin yang segera di impor” ujar Mirza Agam Gumay saat dimintai tanggapannya melalui ponsel (9/6/2022).

Politisi partai Gerindra Dapil IV Kabupaten Cianjur ini juga menuturkan bahwa DKPP Jabar agar update data yang tertular per hari ini supaya penanganan dan pencegahan penyebaran PMK dapat segera dilakukan. Sebab, Idul Adha makin dekat.

“DKPP Jabar harus segera update data yang tertular agar akurat, kasian petani hancur apalagi mau idul adha” tuturnya. (ded/adikarya)

Komentar