Komisi IV DPRD Jabar Kaget “Tinjau Pembangunan Tol Cisumdawu”

21 Februari 2018 / 10:16 WIB Dibaca sebanyak: 724 kali 2 Komentar

BANDUNG BBCom-Komisi IV DPRD Jawa Barat, sempat kaget dan sedikit kecewa ketika meninjau pembangunan Jalan Tol Cisumdawu yang ternyata sampai saat ini progersnya masih cukup rendah, sehingga diperkirakan baru dapat selesai dan dapat dioperasionalkan pada tahun 2020 mendatang.

Menurut Wakil Ketua Komisi IV DPRD Jabar, H. Daddy Rohanady, cukup lambatnya pembangunan Jalan Tol Cisumdawu yang menghubungkan Cileunyi-Sumedang-Dawuan sangat tidak sejalan dengan dengan pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, yang dicanangkan dapat beroperasional pada bulan Juni 2018 mendatang.

Hal ini dikatakan Daddy Rohanady saat di hubungi melalui telp selulernya, terkait hasil peninjauan pembangunan Tol Cisumdawu, Selasa (20/2/18).

Dikatakan, saat rombongan Komisi IV meninjau lokasi pembangunan Tol Cisumdawu di Sumedang, ternyata kami tidak melihat progres yang signifikan. Silakan saja lihat perkembangan pembebasan lahan secara keseluruhan, ujar Daddy selaku Ketua rombongan yang diampingi anggota Komisi IV diantaranya Phinera Wijaya, Yod Mintaraga, Herlas Yuniar, Lucky Lukmansyah Trenggana, dan Abdul Muiz.

Lambatnya pembangunan Tol Cisumdawu, ada beberapa kendala diantaranya soal pembebasan lahan yang berjalan lambat. Hal ini terjadi di Tahap I Fase I saja, misalnya, lahan baru 30%. Angkanya sontak menjadi 60% seandainya lahan di wilayah Jatinangor (Unpad) bisa selesai.

Memang soal pembebasan lahan itu tanggung jawab penuh Pemerintah Provinsi Jabar, sedangkan konstruksi/fisik bagian Pusat,” ujar politisi Partai Gerindra dari Dapil Cirebon-Indramayu ini.

Lebih lanjut, Daddy mengatakan, berdasarkan penjelasan pihak PT Jasa Sarana kepada komisi IV dilapangan mengatakan, bahwa akan ada pengalihan trase. Hal itu dikarenakan adanya pergerakan tanah pada trase semula. Demi menjaga keselamatan pengguna jalan, dilakukanlah pengalihan trase mulai dari fase 3-6.

Dengan adanya perubahan trase tentu saja berdampak pula pada penyelesaian total pengerjaan Tol Cisumdawu. Tol yang berada di sisi timur Jawa Barat ini diharapkan mempermudah aksesibilitas Jabar Selatan bagian Timut ke wilayah pantura, khususnya akses menuju BIJB Kertajati.

Dalam menentukan trase baru mana yang akan dipilih, harus dilakukan /detail engineering design/ (DED) lebih dahulu. Jadi, prosesnya memang masih membutuhkan waktu yang cukup panjang. Artinya, tidak mungkin pembangunan Tol Cisumdawu selesai bersamaan dengan pembangunan BIJB Kertajati, kata Daddy mengungkapkan apa yang disampaikan pihak PT Jasa Sarana kepada Komisi IV DPRD Jabar.

Saat ditanya, kira-kira kapan Tol Cisumdawu dapat beroperasionalnya ?… Menurut pihak Jasa Sarana kemungkinan baru selesai pada tahun 2020 atau 2021 ,tandas Daddy. (red).

Bagikan
Share

2 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *