Kenapa masyarakat Tergiur pada “Bank Emok” Hinga Jadi Momok

10 Maret 2020 / 08:54 WIB Dibaca sebanyak: 457 kali Tulis komentar

Kab.Bandung-BBCO-Keberadaan Bang Emok jadi momok dan sorotan dimana-mana, warga masyarakat lebih memilih pinjam uang ke Bank Emok dan Bang keliling daripada pinjam uang ke bank lain. Padahal Pemerintah Pusat telah mensediakan program melalui keridit Kur dan sudah menyediakan melalui  Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang dibiayai oleh Negara dengan tujuan  untuk membantu ekonomi warga desa.

Artian bank emok dalam  pelayanannya sambil duduk di lantai, istilah bahasa sunda buat perempuan adalah emok. Irulah nama bank emok nama lembaganya pun cukup banyak dan persen tasenyapun cukup lumayan dari 10% hingga lebih.

Hasil penulusaran BBCOM dari beberapa kecamatan di kabupaten bandung yang jadi sasaran bank emok dan bang keliling alias rentenir  adalah Ibu muda dan emak-emak .Kenapa masyarakat tergiur “Bank Emok”  karena  sarat-sarat pengajuannyapun sangat mudah, tinggal melampirkan poto copy KK dan KTP tanda tangan suaimi dihadapan petugas bank emok langsung cair tampa ada jaminan apapun.

Sementara dalam pengajuan pinjaman ke bank emok harus bekelompok ada yang 1 kelompok 10 orang, ada juga yang lebih. BAesaran pinjaman bervareatif tergantung pada  tahapan pinjamannya mulai dari 10 juta perkelompok atau lebih, cara setoranya satu minggu sekali semua kelompok harus hadir di salah satu rumah  kelompoknya lalu petugas bank emok datang ke rumah itu.

BACA JUGA  Pekerjaan Bongkar Pasang Trotoar dijalan Al Fatthu dikhawatirkan kwalitasnya akan Turun.

Sementara aturan dari bank emok  anggota harus ada simpanan wajib sesuai persentase jumlah pinjaman. Selain itu jika salah satu orang yang tidak hadir dan tidak setor. Maka, dalam kelompok itu harus membayar dengan cara tanggung renteng.

Sedangkan bang keliling atau rentenir
tidak seperti itu. Dengan adanya keberadaan bank emok dan bank keliling alias rentenir itu sangat meresahkan masyarakat terutama para suami yang harus mengejar target  setoran, apalagi punya tanggungan  ke bank emok lebih dari satu para suami dan emak- emak harus ngejar target itu.

Gilanya lagi, ada warga juga yang nekad menjual dirinya gara-gara untuk melunasi tanggungan dibank emok itu. Hal tersebut diakui salah seorang warga Ciparay yang berindisial Den  ( 49 ) mengaku kaget ada wanita  ngajak kencan menawarkan dirinya .
Ada juga gara-gara bank emok dan bang keliling kehidupan rumah tangganya jadi  berantakan,”ujarnya.

BACA JUGA  Kodim 0609/ Kab Bandung Adakan Acara "Sebar Sapa" Di Koramil 0926/Margahayu.

Den juga berharap pada DPR Pusat dan Daerah serta  instansi terkait agar segera ada  penyelesaiannya.

“Sehingga, bank emok dan bang keliling rentenir tidak berkeliaran lagi.Karena, sampai saat ini di kabupaten bandung khususnya di wilayah kecamatan ciparay masih berkeliaran,”ucapnya.

Sementara menurut DPRD kabupaten bandung H.Yayat Sumirat dari fraksi PDIP, saat menghadiri acara Reses anggota DPRD provinsi jawa barat di desa manggungharja (9/3) menerangkan, bahwa masalah bank emok di kabupaten bandung ini sudah jadi pembahasan, baik di Polresta Bandung DPRD Kabupaten bandung serta instansi lainnya  terhadap  perkembangan aspirasi terkait bank emok itu dan mudah- mudahan ada solusinya,” terangnya.(US)

Bagikan
Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *