Kapolres Himbau, 34.000 Warga Cianjur Tidak Kembali Ke Jakarta

28 Mei 2020 / 10:25 WIB Dibaca sebanyak: 99 kali Tulis komentar

CIANJUR | BBCOM-Kapolres Cianjur AKBP Juang Andi Priyanto mengimbau untuk para pemudik agar tidak kembali lagi ke Jakarta setelah pulang kampung saat Lebaran.

Hal ini dikarenakan adanya syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi untuk bisa kembali ke Jakarta. Apalagi jika para ex pemudik berasal dari daerah zona merah, maka akan menaikkan potensi penyebaran Corona.

Jadi sebaiknya mereka yang akan kembali ke Jakarta mengurungkan niatnya dan baru masuk ke wilayah tersebut setelh pandemi berakhir dan dinyatakan benar-benar aman.

Pada bulan ramadhan lalu, sudah ada himbauan untuk tidak mudik tapi masih saja ada masyarakat yang ingin pulang kampung. Alasannya, mereka kehilangan pekerjaan di Jakarta dan mau tidak mau ingin pergi ke desa, karena biaya hidupnya jauh lebih murah.

Setelah Lebaran, meraka tiba-tiba ingin kembali ke Jakarta karena mencari pekerjaan yang bergaji lebih tinggi daripada di kampung. Namun sayangnya, sekarang ada himbauan bagi mereka untuk tidak kembali Ke Jakarta

“Bahwa dalam situasi yang saat ini terjadi, kita tidak boleh menggunakan cara pikir, cara tindak, seperti situasi di masa lalu. Inilah yang kemudian beberapa kali pemerintah mengatakan, kita harus bersabar. Namun, kita yakin dengan kebersamaan, pasti kita akan bisa melakukan,” ucap Kapolres Rabu (27/5/2920).

Masyarakat yang ingin kembali ke Jakarta jangan marah akibat aturan ini, apalagi menyalah-nyalahkan pemerintah. Saat ini kita masih berada dalam pandemi akibat penyakit Corona, maka tidak bisa seenaknya bolak-balik ke ibu kota. Apalagi PSBB di ibu kota diperpanjang hingga 4 juni 2020.

Semua ketentuan ini bertujuan untuk menekan penyebaran Covid-19. Jika masyarakat tidak patuh, maka pandemi ini akan sulit berakhir, karena semakin banyak rakyat yang terjangkit Corona.

Di ibu kota sendiri, total orang yang terjangkit virus Covid-19 sudah ada lebih dari 6.600 orang. Jangan sampai jumlah itu bertambah karena banyak orang yang tertular, karena berinteraksi dengan orang-orang yang kembali ke Jakarta. (Arison)

Bagikan
Share
BACA JUGA  Mempercepat Proses Pembuatan E-KTP, Masyarakat Cianjur Sambut Baik ADM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *