Jabar Pasar Terbesar Kiranti

29 April 2018 / 20:08 WIB Dibaca sebanyak: 6947 kali Tulis komentar

BANDUNG BB.Com– Jawa-Barat merupakan pasar tertinggi bagi Kiranti, minuman khusus wanita saat datang bulan. Produk yang telah melalui uji klinis dan sertifikat halal dari MUI itu mendominasi lebih dari 90 persen.

“Jabar sendiri salah satu daerah penyumbang terbesar setelah Jatim dan Jateng. Target growth di industri 30 persen, awareness 97 persen, karena hampir seluruh wanita tahu Kiranti,” jelas Harianus Zebua, Head of Corporate and Marketing Communication OT, disela Yoga Festival 2018 di Bandung Minggu (29/4).

Sementara, diluar pulau Jawa seperti Kalimantan, Kiranti mencapai 10-15 persen. “Karena kontribusi kita hanya 30 persen untuk luar pulau Jawa,” tambah Harianus didampingi Anna Maria, PR OT.

Sementara, sebuah penelitian yang dilakukan Tim Riset Kiranti menggunakan platform social media listening, menganalisis ratusan percakapan di media sosial seputar menstruasi. Hasilnya cukup menarik. Ada dua jenis perubahan yang dialami oleh perempuan saat menstruasi, yaitu perubahaan secara fisik dan perubahan secara emosional.Mayoritas mengalami perubahan secara fisik (91.4%). Perubahan fisik yang paling dirasakan adalah kelelahan, nyeri, sakit perut, sakit kepala, dan sakit kembung. Sedangkan perubahan secara emosional hanya dirasakan 8.6% netizen.

“Ternyata banyak keluhan dirasakan perempuan saat menstruasi, tidak melulu nyeri, tapi ada juga permasalahan terkait kelelahan,” tambahnya.

Melalui event Yoga Festival 2018, pihaknya ingin mengajak kaum perempuan agar melawan rasa lelah terutama pada saat menstruasi.

“Even yoga ini sudah kita lakukan sejak satu dua tahun lalu. Ada misi yang kita angkat, sekarang campaign nya semangat kan aksimu. Sekitar 90 persen ngomongin soal fisik, lelah, caranya bagaimana, ya salah satunya yoga, buat peredaran darah lancar. Selain itu dengan Kiranti jamu tradisional, tanpa bahan pengawet kita berharap perempuan Indonesia itu beraksi,” pungkas Harianus.

Kiranti telah mendapatkan sertifikasi CPOTB (Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik dan Benar) dan Obat Herbal Terstandar (OHT). (Adun)

Bagikan
Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *