oleh

Ingin Tahu Kultur Budaya di Setiap Daerah, Prayogi Jelajah Nusantara Jalan Kaki

BANJAR BBCom – Obsesi untuk keliling Nusantara sudah lama tersimpan dibenak, Prayogi Purnomo Yudistira pria kelahiran Makasar, 26 Pebruari 1998. Akhirnya untuk melaksanakan niat nya, dengan bekal seadanya, pemuda kelahiran makasar ini akhirnya melakukan Jelajah Nusantara dengan bejalan kaki. 

Atas dasar keingintahuan kultur setiap daerah yang ada di Indonesia baik budaya maupun manusianya. Akhirnya perjalanan pun dilakukan.

Pemuda yang akrab di sapa Paijo ini meceritakan semua perjalanannya dari Makasar sampai ke Banjar, ketika di temui BBCom di Kator DPRD kota Banjar, Jawa Barat.

Perjalanan dari Makasar sendiri dimulai pada tanggal 28 Oktober 2018 menuju ke Surabaya Jawa Timur menyebrang dengan menaiki kapal penyebrangan. 

“Dari Makasar saya ke Surabaya dulu ,” katanya pada BBCom,Rabu (14/11/2018). 

Dia juga menceritakan sampai ke Banjar, di Surabaya dia keliling ke kota dan kabupaten yang ada disana. Setiap kota dan kabupaten yang disinggahi, dia selalu datang ke kantor wali kota, bupati maupun gubernur. Selain itu kantor wakil rakyat yang ada di setiap daerah pun selalu disinggahi termasuk di kota Banjar ini. 

“Saya hanya minta stempel kalau datang ke kantor-kantor baik kantor wali kota, bupati, gubernur maupun dewan,” ungkap pria yang masih lajang ini. 

Setelah berkeliling di Surabaya dia melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menuju Jawa Tengah dan terakhir di Kabupaten Cilacap. Dari Cilacap perjalanan dilanjutkan ke kota Banjar kota paling timur di Jawa Barat.

“Saya tiba di kota Banjar sekitar jam 05.00 WIB, disini (Banjar) saya barusan mampir ke Polres Banjar, Kantor wali kota Banjar, pendopo dan kesini (kantor dewan)  ,” terangnya. 

Dia juga mengaku meski sempat mampir ke kantor Walikota tapi tidak bertemu dengan wali kota Banjar Ade Uu Sukaesih karena sedang keluar. Begitupun di kantor DPRD kota Banjar dia tidak menemui satupun anggota dewan. ,meski tidak bertemu dia berusaha untuk minta stempel sebagai tanda bukti bahwa dirinya sudah singgah di kota Banjar. 

“Tadi wali kota tidak ketemu sedang keluar. Sekarang dewan sama tidak ada ada satu orang pun, tadinya saya mau minta batuan untuk membeli senter soalnya senter saya hilang di kalimantan,tapi menurut informasi katanya sih lagi tugas luar kota,” paparnya. 

Dari Banjar dia mengatakan akan melanjutkan perjakana ke Ciamis. Diapun akan beristirahat dulu di Taman Kota (Taamkot) karena selama perjalanan dari Cilacap ke Banjar belum tidur. 

” Saya lanjutkan ke Ciamis tapi mau istirahat dulu di Taman Kota,seharisemalam belum tidur,” bebernya. 

Selama perjalanan dari Makasar ke Banjar banyak pengalaman pahit  yang sering dialami. Salah satunya pernah dituduh sebagai pencuri kotak amal di mesjid bahkan penculik. Akan tetapi semua pengalaman itu bagi dirinya dianggap tantangan. 

Diapun tidak patah arang dan melanjutkan terus perjalanan sampai ketemu dengan kedua calon presiden yang berkontestasi di Pilpres 2019 nanti Joko Widodo maupun Prabowo Subianto.

“Banyak pengalaman selama perjalanan termasuk suka dan dukanya,” katanya. 

Dia juag mengungkapkan jika nanti bisa bertemu dengan Presiden Joko Widodo dia akan bertanya kenapa di setiap daerah selain Banjar dan Cilacap ketika ingin bertemu dengan wali kota, bupati maupun gubernur, tidak boleh menggunakan sandal. Hal itu yang selama ini menjadi pertanyaan besar bagi dirinya. 

“Itu yang nanti saya tanyakan ke pak presiden,” akunya. 

Setelah Jelajah Nusantara diapun berencana membuat buku. Semua perjalanannya pun didokumentasi dan dicatat oleh dirinya untuk bahan pembuatan buku. 

Tujuan dia berjalanan kaki jelajah Nusantara ini kedepan generasi muda lebih sadar dengan jalan kaki dan tidak bersandar ke kendaraan. Karena dengan berjalanan kaki banyak manfaatnya salah satunya untuk jantung. 

“Pesan untuk generasi muda dengan berjalan kaki itu bagus,tudak harus selalu berkendara selain itu kan bisa mengurangi kemacetan, “pungkas nya sambil tersenyum (Johan)

Komentar