Humas DPRD Jabar: “Tidak Benar Anggota Dewan Jarang Ngantor”

11 Januari 2019 / 17:00 WIB Dibaca sebanyak: 89 kali 1 Komentar

BANDUNG BBCom-Masih cukup banyak masyarakat yang beranggapan, bahwa wakil rakyat (Anggota Dewan-red) lebih banyak jalan-jalan ketimbang menjalankan tugasnya digedung Wakil Rakyat. Padahal menurut Kepala Humas dan Protokol Sekretariat DPRD Jabar, Yedi Sunardi SE, MM tidak demikian, ketidak hadiran anggota Dewan di gedung DPRD Jabar karena sedang menjalan tugas luar yang berkaitan dengan tugas kedewanan.

Pekerjaan anggota dewan tidak sama dengan pekerjaan kebanyakan orang, misalnya, saat menyusun peraturan perundang-undangan (Raperda-red), anggota dewan itu bekerja dengan cara melakukan rapat kerja dan kunjungan kerja.

Kegiatan kunjungan kerja anggota dewan (Pansus-red) ke beberapa daerah itu sangat penting dalam rangka mencari data dan informasi untuk menyusun Raperda yang sedang di bahas bersama eksekutif.

“Jadi kesannya seperti jalan-jalan, memang jalan-jalan dalam rangka mencari informasi sebanyak-banyaknya agar Raperda yang disusun tidak bertentangan dengan Perundang-undangan diatasnya, dan dapat diimplementasikan sebagai payung hukum”.

Demikian dikatakan, Kabag Humas dan Protokol Setwan Jabar Yedi Sunardi kepada wartawan dalam acara bincang-bincang Sersan (Serius tapi Santai) diruang kerjanya Rabu (9/01-2019).

Dikatakan, bekerjanya anggota dewan itu tidak seperti petani mencangkul di sawah, atau tidak seperti orang pabrik pergi ke pabrik untuk bekerja, atau tidak seperti pengemudi yang angkut penumpang dari satu tempat ke tempat lain. Dan tidak juga seperti karyawan kantoran, yang harus datang pagi pulang sore setiap hari kerja. Tidak demikian, ujarnya.

Tupoksi anggota Dewan itu ada 3 yaitu sebagai Legislator, Budgeting (anggaran) dan Pengawasan. Yedi menjelaskan sebagai Legislator, anggota dewan berkewajiban menyusun Raperda. Untuk menyusun Raperda dibutuhkan pembahasan yang mendalam, untuk itu harus didukung dengan data dan informasi dari masyarakat dan institusi lainnya.

Lantas bagaimana cara untuk mendapatkan informasi, yaitu dengan melakukan kunjungan kerja kelapangan, study banding dengan provinsi lain termasuk juga konsultasi dan koordinasi ke pemerintah pusat. Hal ini yang dilakukan anggota dewan yang sedang menjadi anggota Pansus, ujar Yedi.

Sebagai Budgeting, Tim Badan Anggaran DPRD Jabar juga perlu melakukan kunjungan kerja dan konsulidasi/ koordinasi dengan Pemerintah Pusat di Jakarta. Jadi terpaksa juga meninggalkan kantor DPRD Jabar.

Sedangkan, sebagai fungsi Pengawasan, anggota dewan berkewajiban untuk memantau pelaksanaan anggaran APBD yang tersebar di seluruh wilayah Jabar, baik yang dikolola oleh OPD maupun bantuan ke Kabupaten/kota.

“Jadi bila mencermati Tupoksi anggota Dewan, kalau dikatakan anggota dewan jarang ngantor dan banyak jalan-jalan, saya katakan tidak benar”, ujar Yedi.
Namun, Yedi juga mengakui masih banyak anggapan masyarakat bahwa banyak anggota dewan kerjanya jalan-jalan semata. Hal ini, kerna ketidak pahaman masyarakat dalam tugas dan fungsi anggota Dewan, ujarnya.

Untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat maka kami selaku Humas dan Protokol Setwan Jabar berkewajiban untuk memperikan informasi kepada masyarakat, apa yang sudah dan sedang dilakukan anggota dewan. Humas DPRD Jabar telah berupaya melakukan trobosan/ inovasi agar masayrakat paham. Diantarnya menjalin sinergitas dengan berbagai media massa, baik Cetak, Elektronik, maupun media online dalam mendistribusikan berita kedewanan.

Selain itu, Yedi juga mengatakan, Sekretariat DPRD Jabar untuk mendistribusikan berita kedewanan lewat web resmi DPRD Jabar www.dprd.jabarprov.go.id, Bewara. Dan kami juga dalam mendistribusikan berita kedewanan melalui media sosial seperti instagram, twitter, dan facebook.

“Apa yang terjadi hari ini, di web bisa muncul siangnya atau sorenya. Disitulah, masyarakat bisa melihat apa saja yang dilakukan anggota dewan. Kalau menurut informasi dari rekan-rekan sekretariat DPRD Jabar yang lain, apa yang telah dilakukan kita itu, Alhamdulillah dijadikan contoh. Sebab, pendistribusian beritanya, cepat,” jelasnya.

Lebih lanjut Yedi mengungkapkan, Setwan jabar juga mempunyai sarana lainnya yaitu e-aspirasi. Siapapun bisa menyampaikan aspirasi kepada anggota DPRD Jabar, baik melalui short message system (SMS), atau melalui web, ke depan kita akan kembangkan yang namanya, kios informasi.

“Jadi kita akan bikin kios informasi di tempat-tempat pusat keramaian, nama kiosnya Kadu Jawara (Kios Pengaduan Masyarakat untuk Jawa Barat Juara). Nanti kios tersebut akan ditempatkan di terminal, dan rumah sakit se Jawa Barat,” kandasnya. (***)

Bagikan
Share

1 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *