oleh

Hujan Disertai Angin, Puluhan Rumah Warga di Pamarican Tertimpa Pohon

CIAMIS | BBCOM | Pada sore hari, wilayah Kecamatan Pamarican dilanda hujan yang cukup deras dan di sertai angin kencang, kejadian tersebut telah mengakibatkan ratusan atap rumah warga di 6 Desa yang berada di Kecamatan Pamarican Kabupaten Ciamis, Jawa Barat alami kerusakan yang cukup parah.

Sebagian besar, rumah yang terdampak oleh hujan yang di sertai angin kencang tertimpa reruntuhan batang pohon yang menimpa atap rumah, ada juga yang terdampak oleh kencangnya angin sehingga atap rumah terbang.

Baehaqi Efendi, salah satu Anggota FK Tagana Kabupaten Ciamis, ketika di konfirmasi di lapangan oleh awak media menjelaskan, hujan deras yang disertai angin kencang sore tadi, telah merusak ratusan atap rumah.

BACA JUGA  DPRD Jabar Dukung BKKM Berubah Status Menjadi Rumah Sakit Tipe C

“Ada atap rumah yang rusak itu di akibatkan tertimpa pohon yang tumbang, ada juga atap terbang akibat sapuan angin yang begitu kencang sekali,”

Masih disampaikan Baehaqi, selain merusak atap rumah, hujan deras yang disertai angin kencang, juga telah menutup sebagian akses jalan.

Warga, FK Tagana bersama aparat TNI, polisi, langsung melakukan pembesihan pohon tumbang yang berserakan di jalan dan ada juga yang telah menutup akses jalan” ujar Baehaqi

“Saya bersama anggota Tagana yang lain tengah melakukan asessment ke setiap Desa. Harapan kami tidak ada yang terlewat, juga mencari informasi dikhawatirkan ada korban jiwa atau luka, namun sampai saat ini tidak ada korban,” katanya. Jumat (13/11/2020)

BACA JUGA  Daddy Sebut Akses Jalan Jabar Selatan dianggarkan Rp 400 Miliar

Data sementara yang masuk pada kami, kerusakan atap rumah mencapai 160 rumah, di 6 Desa yang berada di Kecamatan Pamarican, yaitu meliputi Desa Bantarsari 16 Rumah Desa Neglasari 3 Rumah, Desa Margajaya 17 Rumah, Desa Sukajaya 101 Rumah, Desa Sidamulih 4 Rumah, Desa Pasirnagara 19 Rumah,” jelas Baehaqi FK Tagana Kabupaten Ciamis, yang hingga saat ini masih melakukan pendataan.
(G/Hendra)

Komentar