oleh

DPRD Jabar Sangat Mendukung Program Pencetakan Sawah Baru

BANDUNG | BBCOM | DPRD Provinsi Jawa Barat sangat mendukung program pencetakan sawah baru yang di programkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Namun, tidak sedikit yang gagal. Hal ini disebabkan oleh kurang dukungan dari sektor irigasi. 

Menurut Anggota Komisi II DPRD Jabar, Ir.H. Herry Dermawan, kegagalan cetak sawah baru karena tidak didukung oleh infrastruktur jaringan irigasi. Sehingga, percetakan sawah baru tersebut tidak mampu menghasilkan produksi pertanian secara maksimal. 

“Seharusnya pencetakan sawah baru  dibarengi dengan pembenahan jaringan irigasi”, kata Herry Dermawan.

Dikatakan, program cetak sawah baru sangat perlu untuk meningkatkan produksi hasil pertanian, untuk itu, DPRD Jabar sangat mendukung.  Namun, keberhasilan sawah baru tentunya tidak terlepas dari dukungan irigasi yang baik dan lancar. 

Jadi selama dukungan irigasi kurang tentunya produksi pertanian tidak akan maksimal. Padahal, dukungan kita (DPRD Jabar-red) sudah sangat maksimal mendukung program pencetakan sawah baru.  

“Kan tujuan pencetakan sawah baru untuk mendukung program ketahanan pangan, baik untuk kebutuhan bagi warga di Jabar maupun sebagai suplay Nasional. Untuk itu, pembukaan sawah baru harus menjamin bahwa lahan itu bisa lebih produktif, harus dipikirkan sistem irigasinya seperti apa,” ujarnya.

Herry mencontohkan, ada ratusan hektar pencetakan sawah baru di wilayah Jabar Selatan yang hingga kini masih terkendala faktor irigasi/pengairan. Sehingga, banyak petani yang mengalami kegagalan. Seharusnya, kalau memang kondisi sawah baru itu berada agak tinggi dari aliran sungai, maka untuk mengalirin air persawahan, para petani atau kelompok tani diberikan bantuan berupa pompa air. 

Nanti air dari sungai tersebut di sedot oleh pompa air untuk disalurkan melalui jaringan irigasi. Namun, agar air dapat mengalir ke seluruh pesawahan tentunya jaringan irigasinya juga harus dalam kondisi baik, ujar politisi PAN Jabar ini. 

Pihaknya juga menyarankan agar pembukaan lahan sawah harus diiringi pembangunan infrastruktur seperti jalan, pelabuhan, hingga bandara. Menurutnya, ini penting untuk memudahkan distribusi hasil pertanian. “Jaringan infrastruktur harus dibangun, dibuka yang menghubungkan Jabar selatan. Jika dilakukan, itu semua akan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, regional,” katanya.

Anggota Komisi II DPRD Jabar dari Dapil Jabar 13 (Kabupaten Kuningan, Ciamis, Pangandaran dan  Kota Banjar) menyarankan agar pembukaan lahan sawah baru harus diiringi pembangunan infrastruktur irigasi dan jalan. Hal ini penting untuk memudahkan distribusi hasil pertanian.

“Jaringan infrastruktur harus dibangun, dibuka yang menghubungkan Jabar selatan. Jika dilakukan, itu semua akan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, regional dan nasional sebagai upaya mendukung dan memenuhi ketahanan pangan” tandasnya. (ded/hms). 

Komentar