oleh

Bukan Untung Malah Rugi, Bumdes Bumelasari Banjaranyar Ciamis di Duga Bermasalah

CIAMIS | BBCOM | Laporan pertanggung jawaban aset Badan Usaha Milik Desa (BUMdes) Bumelasari yang bersumber dari
anggaran Dana Desa (DD) dan Bantuan Propinsi (Banprov), tahun angaran 2018 sampai 2020 di gelar di aula Desa Langkapsari, Kecamatan Banjaranyar, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.

Pada kegiatan tersebut di hadiri Pjs Kepala Desa Jajang Nurjaman, Bhabinmas dan Bhabinsa bersama jajaran lembaga Desa serta tokoh masyarakat lainnya.

Laporan dimaksudkan untuk meningkatkan kapasitas kepengurusan BUMdes itu sendiri dan mempertanggungjawabkan terkait pengelolaan keuangan, dengan cara menyampaikan kepada masyarakat secara transparan dan akuntabel.

Disamping pemaparan laporan, kegiatan tersebut bertujuan untuk mencari solusi perkembangan BUMdes Bumelasari kedepan. Dikarenakan usahanya tidàk berjalan, bukannya untung, namun malah rugi.

Diketahui, catatan Bumdes Bumelasari dalam pemaparan uraian tahunan, di terangkan terkait penambahan modal beserta penyertaannya, terdapat rincian pembuatan kaos Bumdes, honor pengurus, pembelanjaan sapi dan pembuatan kandang dengan pakannya. Serta modal usaha untuk 4 kelompok, pembelian laptop dan printer. Juga pembelian ATK dan penambahan modal pom mini.

BACA JUGA  Jelang Pileg dan Pilpres Kapolres Banjar Buka FGD

Pjs Jajang Nurjaman, ketika di konfirmasi oleh BBCOM di sela sela kegiatan mengatakan,”Kegiatan pada hari ini adalah evaluasi tentang kepengurusan dan Laporan Pertangungjawaban BUMdes Bumelasari mulai tahun angaran 2018 sampai 2020,
dengan tujuan untuk meningkatkan kapasitas kepengurusan BUMdes itu sendiri,”

“Serta mencari solusi untuk perkembangan BUMdes kedepan, mau bagaimana,”ucapnya,Selasa(26/01/2021)

Jajang menjelaskan bahwa hasil evaluasi, untuk sementara akan dilakukan penarikan aset BUMdes Bumelasari, dan akan dilaksanakan pemutihan atau revisi bagi kelompok yang tidak berkembang.

“Yang pada intinya, akan dilakukan pemutihan tentang pengalokasian dana kepada kelompok usaha.”tuturnya.

“Dari 6 kelompok usaha, hanya ada 2 kelompok yang masih berjalan. Kelompok Pasir Salam yang menjalankan usahanya Sapu lidi dan kelompok Mayang Arum usaha ternak Domba,”

“Berdasarkan hasil musyawarah rencana kedepannya,semua aset BUMdes akan di tarik dulu, baik itu dari anggaran Dana Desa (DD) maupupun Bantuan Propinsi (Banprov),”imbuhnya.

BACA JUGA  Ridwan Kamil Menerima Langsung Keluhan Masyarakat

“Saat ini, pengawas telah mengamankan aset yang sudah di tarik sekitar 25 presen, dari total anggaran BUMdes sebesar Rp 200 juta. Dengan harapan semua aset BUMdes akan beres di tarik sebelum pelantikan Kades Terpilih,” tandas Jajang.

Hal senada dikatakan Adam, selaku Badan Pengawas BUMdes, dari hasil pengawasan setiap kelompok, di dapati nya beberapa kelompok usaha yang tidak berjalan, maka pihaknya akan menarik dulu semua aset yang ada di kelompok. Bagi kelompoknya yang masih berjalan akan ditambah lagi permodalannya.

Di penghujung kegiatan laporan pertanggungjawaban, di dapati beberapa tokoh masyarakat yang merasa kecewa dengan hasil akhir laporan yang dirasa kurang memuaskan. Di tambah lagi dengan tidak hadirnya ketua Bumdes dan pengurus lain nya, hanya ada satu perwakilan yaitu bendahara Bumdes Bumelasari. (D Hendra)

Komentar

Berita Terbaru