,

Beberapa Komunitas dan Pemerhati lingkungan Soroti Kegiatan Memperingati HLHS di kota Banjar

30 Agustus 2019 / 08:53 WIB Dibaca sebanyak: 277 kali 1 Komentar

BANJAR, BBCOM--Acara memperingati Hari Linkungan Hidup Sedunia (HLHS) yang di laksanakan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kota Banjar, Selasa(27/8/2019) beberapa hari lalu mendapat respon, kesan dan juga tanggapan dari para pemerhati lingkungan hidup kota Banjar, Jawa Barat.

Salah satunya Deni dari Konci Lesatari menurut nya kegiatan hari jadi Lingkungan Hidup Sedunia yang di adakan DLH bagus tapi terkesan buru buru dan tak terkonsep dengan baik sehingga tema atau isu yang dibawa kurang mengena.

” Alangkah lebih bagus nya lagi sebelum kegiatan di laksanakan koordinasi dengan pemerhati lingkungan termasuk dengan Komunitas Senja yg Kang Johan Pimpin dan undang dari semua Komunitas yg ada di Kota Banjar Untuk Buka Stand biar kelihatan nya Guyub dan Bersatu dengan komunitas yg Lain nya,” ungkap nya,Jumat(30/8/2019) kepada BBCom.

BACA JUGA  KNPI Kota Banjar Gelar MUSDA IV "Pemuda Berintegritas dan Berdaya Saing"

Lanjut dia Sehingga isu strategis atau tema apa yg akan di munculkan terkait Lingkungan/Sungai benar benar benar mengena. Di juga menyarakan agar kedepan nya dibikin kan acara sara sehan/diskusi dengan Komunitas dan Pemerintah daerah setempat terkait Progam yg akan di laksanakan buat kedepan nya,

” Terkait Lingkungan yang selama ini jadi permasalahan Insya Alloh akan kelihatan Sinergitas antara Komunitas dan Pemerintah setempat, sehingga akan lebih banyak orang yg Cinta dan Sayang kepada Lingkungan dan sungai “pungkas nya.

BACA JUGA  Polres Banjar Gelar Operasi Gabungan Tertib Kendaraan

Hal senada juga di ungkapkan oleh Dimas perwakilan dari Lembaga Penyelamat Lingkungan Hidup Indonesia – Kawasan Laut ,Hutan ,Industri (LPLHI – KLHI) DPD kota Banjar, Tema dalam acara lingkungan hidup seduni kurang kena dengan isu yang di bawa yaitu Ciroas bersih.

” Saya berharap kedepan nya peran dari para pemerhati lingkungan hidup dan para Komunitas yang ada di kota Banjar agar lebih di beri ruang, karena mereka yang lebih tau situasi dan kondisi serta permasalahan permasalahan yang ada di lingkungan terutama sungai ,” jelas nya.

Bagikan
Share

1 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *