oleh

Agam Gumay Dorong Pelaku Ekonomi Kreatif Miliki Kemampuan Pemasaran Digital

BANDUNG | BBCOM | Dalam percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), berbagai program diluncurkan pemerintah pusat mau daerah, terutama untuk sektor industri ekonomi kreatif.

Pelaku ekonomi kreatif mendapat bimbingan dan pelatihan SDM bahkan bantuan/ pinjaman keuangan dari pemerintah melalui perbankan. Serta turut mensosialisasikan dan memasarkan hasil produksi ekonomi kreatif melalui digitalisasi.

Anggota Komisi II DPRD Jabar, H. Mirza Agam Gumay dari Fraksi Partai Gerindra mengatakan, melalui program PEN tersebut merupakan upaya pemerintah membantu percepatan pemulihan ekonomi masyarakat.

Politisi Partai Gerindra dari Dapil IV Kabupaten Cianjur ini berharap kepada para pelaku ekonomi kreatif, khusunya di Jabar sudah memiliki kemampuan untuk menguasai pemasaran secara digital (daring), sehingga menjadi nilai tambah bagi pelaku ekonomi kreatif.

“Ekonomi kreatif merupakan rangkaian kegiatan perekonomian yang berasal dari pemanfaatan kreativitas, keterampilan serta bakat individu, untuk menciptakan kesejahteraan serta lapangan pekerjaan dengan menghasilkan dan mengeksploitasi daya kreasi dan daya cipta individu tersebut” Ujar Mirza Agam Gumay saat dihubungi media ini (4/6/2022)

Menurutnya, proses produksi ekonomi kreatif tersebut menggabungkan pengetahuan, intelektual, dan kreativitas untuk memproduksi barang dan jasa dengan konten kreatif dan memberikan nilai tambah.

“Pengembangan industri ekonomi kreatif memiliki pengaruh yang dinamis terhadap peningkatan ekonomi masyarakat” tambahnya

Dikatakannya, dalam industri kreatif yang menjadi napas keberlangsungannya adalah inovasi. Jika inovasi dan kreativitas dapat berjalan beriringan, maka pemulihan ekonomi, khususnya ekonomi kreatif, akan semakin mudah diwujudkan.

Lebih lanjut Agam mengatakan, hampir semua negara-negara maju mencoba untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif, agar memberikan nilai tambah yang lebih terhadap perekonomian. Pergeseran orientasi ekonomi sekarang, telah memasuki gelombang orbit kreatif.

Pergerakan orbit ekonomi jelas memberi sinyal penting tentang arah perubahan dan tuntutan mutu akan praktik-praktik terbaik pembangunan ekonomi, bisnis, dan pendidikan, sebuah tantangan kehidupan yang kini telah mendesak.

Perkembangan secara global pun terjadi perubahan gelombang peradaban. Dan kehidupan ekonomi umat manusia telah bergeser secara berantai, dari gelombang pertama yang orbitnya pada ekonomi pertanian, menuju gelombang yang orbitnya pada ekonomi kreatif.

“Kondisi ini juga yang telah mendorong Provinsi Jawa Barat, untuk masuk ke dalam gelombang ekonomi dengan fokus kepada ekonomi kreatif. Jawa Barat memang cukup potensial dalam pengembangan ekonomi kreatif,” tandas Agam. (adikarya/ded).

Komentar