oleh

Ada Jutaan Petani dan Pelaku Usaha di Jabar Kurang Perhatian serta Sentuhan Pemerintah

Komisi II DPRD Jabar rapat kerja secara virtual

BANDUNG | BBCOM | Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat gelar rapat kerja secara virtual bersama Disperindag Jabar, BUMD PT. Agro Jabar, Biro Hukum dan HAM, dan Tim Rancangan Raperda Pusat Distribusi Provinsi. Raker virtual berlangsung di ruang Komisi II DPRD Jabar, Jumat, (5/6-2020). Acara dipimpin langsung Ketua Komisi II Rahmat Hidayat Djati juga dihadiri Sekretaris Komisi II Yunandar Eka Perwira dan beberapa anggota. Serta Pimpinan ODP (organisasi perangkat daerah) mitra Komisi II.

Sekretaris Komisi II DPRD Jabar Yunandar Eka Perwira, mengatakan pembentukan Raperda Pusat Distribusi Provinsi (PDP) salah satu faktor latar belakangnya ialah bahwa para pelaku usaha khususnya para pedagang pasar membutuhkan suplai bahan baku yang berkualitas dan efisien.

Menurutnya, ada sekitar 2juta pedagang mikro dan kecil yang membutuhkan sebuah wadah dalam melakukan kegiatan ekonomi sehingga sangat diperlukan pasar yang terbuka untuk pusat distribusi provinsi. Sekitar 2-3juta petani dan pelaku usaha di Provinsi Jabar yang kurang mendapat perhatian serta sentuhan pemerintah pusat sangat minim, untuk itu Yunandar mengatakan pentingnya sistem yang dibangun diluar sistem APBD yang berbentuk Pusat Distribusi Provinsi (PDP), sehingga bisa menggerakan seluruh sistem perekonomian yang dikemas dalam bentuk Perda.

Yunandar juga memberikan masukan terkait calon lokasi Pusat Distribusi Provinsi (PDP) yaitu diatas lahan BIJB, mengingat BIJB mempunyai lahan seluas 500 hektar yang bisa dimanfaatkan oleh PDP, kedepannya Komisi II menekankan agar terwujudnya PDP harus adanya kerjasama antar BUMD, terutama peran dari PT Agro Jabar yang merupakan pintu masuk dari pusat distribusi provinsi, sehingga terpenuhi target stabilisasi ketersediaan pangan, dan menjadi Pusat Distribusi Provinsi yang proporsional, tandasnya. (dd)

BACA JUGA  Ditengah Pandemi Covid-19, Kapolda Jabar Resmikan Warung Murah Polres Cianjur

Komentar