CIAMIS | BBCOM – Akibat kondisi konstruksi bangunan yang sudah lapuk dimakan usia.
Atap ruang kelas di SMPN 3 Banjarsari yang berlokasi di Desa Cigayam, Kecamatan Banjaranyar, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, ruangan kelas tiba-tiba ambruk pada Minggu (29/03/2026) siang.
Di duga kuat akibat material kayu penyangga atap yang telah rapuh (lapuk) yang menjadi penyebab utama runtuhnya bagian bangunan sekolah tersebut.
Menurut keterangan Humas SMPN 3 Banjarsari, Idad Ahmad Musadad, membenarkan kejadian tersebut, ia mengatakan,” Kejadian ambruknya bangunan terjadi setelah wilayah Kecamatan Banjaranyar diguyur hujan berintensitas tinggi selama dua hari berturut-turut,”
“Saat kejadian, kondisi ruangan sedang kosong karena hari Minggu dan masih dalam suasana akhir libur Lebaran, ambruknya atap diperkirakan terjadi sekitar pukul 11.00 WIB,” katanya.
Sebelum kejadian ambruk bangunan, pihak sekolah telah mengantisipasi, bahwa ada potensi bahaya dengan tidak lagi menggunakan ruangan tersebut untuk kegiatan belajar mengajar (KBM).
pasalnya, antisipasi tersebut di lakukan melihat kondisi atap yang terlihat keropos sejak lama membuat pihak sekolah memutuskan mengosongkan ruang kelas.
Seluruh perlengkapan dan fasilitas belajar mengajar seperti kursi dan meja juga yang lain nya telah dipindahkan sebelumnya, ke ruangan yang lain.Lanjut Idad (Humas) bahwa bangunan ruang kelas tersebut, sudah tercatat sekitar 15 tahun tidak pernah mendapatkan renovasi bangunan.
“Bangunan ini memang sudah lama kami kosongkan karena kondisi atapnya sangat mengkhawatirkan. Alhamdulillah saat ambruk tidak ada korban jiwa, pasalnya kejadian tersebut terjadi pada hari Minggu dankerusakan hanya pada konstruksi bangunan saja,”tutur Idad.
” Meski tidak menimbulkan korban jiwa, peristiwa ini menyebabkan kerugian materiil yang ditaksir mencapai sekitar Rp41.500.000,” dan pihak sekolah pun sudah melaporkan ke Dinas Pendidikan kabupaten Ciamis.
Pasca kejadian ambruknya bangunan sekolah SMPN 3 tersebut pihak Sekolah melalui kepala sekolah beserta bendahara bergerak cepat berangkat ke Kantor dinas guna melaporkan secara resmi prihal peristiwa ini dengan harapan dapat segera mendapatkan penanganan dan tindak lanjut perbaikan dari pemerintah daerah. (Hendra _ Lutfi)















