Pipa Distribusi Air Ke Kota Cirebon Pecah, Asupan Air Bersih Terputus

KOTA CIREBON | BBCOM – Pipa penyaluran air bersih ke Kota Cirebon mengalami kebocoran,insiden terjadi di sekitar desa Plangon, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, pada Rabu (4/2/2026) malam sekitar pukul 22.30 WIB. Akibat kejadian tersebut, distribusi air bersih ke wilayah Kota Cirebon terputus,

Pipa yang mengalami kebocoran disebut, merupakan pipa induk berdiameter 600 milimeter yang berfungsi menyalurkan air dari sumber ke pelanggan di Kota Cirebon. Pecahnya pipa pasokan air ini sangat berdampak meskipun sementara ke pada puluhan ribu pelanggan diKota Cirebon.

Direktur Utama PDAM Tirta Giri Nata, Sofyan Satari menjelaskan kepada wartawan ,pihaknya langsung melakukan penanganan sejak kejadian tersebut. Saat ini, tim teknis tengah melakukan pekerjaan fisik berupa penggantian bagian pipa yang mengalami kerusakan.

“Pecah pipa terjadi Rabu malam sekitar pukul 21.55 WIB. Ini merupakan pipa induk atau pipa transmisi utama. Saat ini kami sedang melakukan pengerjaan untuk mengganti pipa yang bocor tersebut,Kamis (5/2/2026).

Menurut Sofyan, usia pipa tersebut diperkirakan telah mencapai sekitar 50 tahun dan secara teknis masih dinilai layak digunakan. Namun, posisi pipa berada di area tikungan dengan kontur jalan menurun, sehingga berpotensi menimbulkan tekanan tambahan.

“Kemungkinan besar pecahnya pipa disebabkan oleh beban kendaraan yang melintas di atasnya, sehingga memberikan tekanan pada sambungan pipa,” jelasnya.

Kerusakan terjadi pada bagian sambungan pipa dengan panjang kurang lebih 50 sentimeter. Pihak kami (PDAM Tirta Giri Nata) berupaya mempercepat proses perbaikan agar distribusi air dapat segera kembali normal.

“Jika cuaca mendukung, pengerjaan fisik penggantian pipa bisa selesai dalam waktu satu hingga dua hari. Namun, untuk proses normalisasi aliran air ke pelanggan membutuhkan waktu hingga sekitar satu minggu,” ungkap Sofyan.

Proses normalisasi tersebut, lanjut Sofyan, diperlukan karena saat penggantian pipa terdapat udara yang masuk ke dalam jaringan distribusi. Udara tersebut harus dikeluarkan secara bertahap melalui sistem blow-off (BO) agar aliran air kembali stabil dan optimal.

Dampak yang ditimbulkan, lebih dari 35 ribu pelanggan mengalami gangguan suplai air bersih. Atas kejadian tersebut, Dirut PDAM Tirta Giri Nata menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan.

“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi akibat musibah ini. Kami berkomitmen untuk menyelesaikan perbaikan secepat mungkin agar layanan kembali normal,”(Bud)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *