BANDUNG | BBCOM — Anggota Komisi I DPRD Jawa Barat dari Fraksi PDI Perjuangan, Rafael Situmorang, SH, MH, menegaskan komitmennya untuk mengawal pembentukan Calon Daerah Persiapan Otonomi Baru (CDPOB) Kabupaten Cirebon Timur, yang telah disetujui DPRD Jabar bersama Penjabat Gubernur dalam rapat paripurna.
Rafael menyatakan penataan wilayah harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat, bukan sekadar pemenuhan administrasi. Pemekaran Cirebon Timur, katanya, penting mengingat luasnya wilayah Kabupaten Cirebon yang meliputi 40 kecamatan dan 424 desa/kelurahan.
“Pemekaran akan mendekatkan pelayanan publik dan mempercepat pembangunan infrastruktur dasar,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya penataan ruang yang berorientasi pada pemerataan ekonomi, perlindungan pesisir, penguatan sektor pertanian–perikanan, serta integrasi infrastruktur logistik. Rafael juga menyoroti perlunya perencanaan matang terkait distribusi ASN di daerah otonom baru.
Terkait calon ibu kota, Karangwareng diusulkan oleh pemerintah daerah, namun kajian Injabar Unpad menemukan adanya jalur sutet yang berpotensi menghambat pembangunan.
Selain Cirebon Timur, Rafael menyebut penataan wilayah Kota Sukabumi, serta rencana perluasan Kota Cimahi dan Kota Banjar juga tengah menjadi perhatian Komisi I.
“Penataan wilayah harus mempertimbangkan pelayanan publik, potensi daerah, serta kejelasan batas administratif agar tidak menimbulkan konflik di kemudian hari,” pungkasnya.(adip/dd)















