Yudi Arian Pilih Jalur Non-Partai, Tetap Bantu Aspirasi Warga OKI

OKI | BBCOM – Yudi Arian, mantan anggota DPRD Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), kini menempuh jalur pengabdian yang berbeda setelah diberhentikan melalui mekanisme Pergantian Antar Waktu (PAW) pada masa kepemimpinan Abdiyanto.

Meski tak lagi berada di parlemen maupun struktur kepartaian, Yudi mengaku tetap aktif membantu Pemerintah Kabupaten OKI, khususnya dalam menyalurkan aspirasi masyarakat secara langsung kepada Bupati OKI, Muchendi. Langkah tersebut, menurutnya, merupakan bentuk komitmen pribadi terhadap kepentingan warga, terlepas dari status jabatan maupun afiliasi politik.

Yudi menyampaikan bahwa dirinya telah menerima secara resmi surat pemecatan sebagai kader PDIP. Ia menegaskan menerima keputusan tersebut dengan sikap legowo dan tanpa polemik.

“Saya sebagai kader partai menerima apa pun keputusan partai. Saya siap menerima sebuah keputusan partai,” ujar Yudi saat dikonfirmasi.

Menurutnya, dinamika politik merupakan konsekuensi dari berorganisasi. Ia memilih untuk tidak larut dalam konflik internal maupun tarik-menarik kepentingan politik yang berlarut-larut.

Saat ini, Yudi mengaku lebih fokus menjalankan kegiatan bisnis dan menempatkan diri di luar partai politik. Kendati demikian, kepeduliannya terhadap masyarakat OKI tetap menjadi prioritas, terutama dalam menjembatani keluhan dan kebutuhan warga kepada pemerintah daerah.

“Bagi saya, membantu masyarakat tidak harus lewat jabatan atau partai. Selama masih bisa berkontribusi, itu yang terpenting,” imbuhnya.

Keputusan Yudi untuk mengambil peran di luar struktur kepartaian menandai babak baru perjalanan politiknya. Dari seorang legislator aktif, kini ia memilih jalur pengabdian informal di luar lingkar kekuasaan dan kepartaian.

Menariknya, saat ditanya mengenai kabar Abdiyanto yang disebut-sebut telah bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Yudi menanggapi dengan santai. Ia menegaskan bahwa hal tersebut bukan lagi menjadi urusannya.

“Itu bukan urusan saya. Saya juga sempat terkejut mendengarnya,” ujarnya singkat.

Namun, dengan nada bercanda, Yudi menyelipkan pernyataan yang mengundang senyum sekaligus tafsir politik.

“Setahu saya beliau itu kader Banteng sejati. Memang benar, kata orang politik itu dinamis, bisa berubah kapan saja sesuai kepentingan masing-masing,” ucapnya.

Ia pun menambahkan dengan nada ringan, “Mungkin loyalitasnya ke PDIP sudah goyah, tidak setegas sewaktu melakukan PAW terhadap saya dulu,” tutup Yudi sambil tersenyum. (pani)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *