DPUTR Siap Laksanakan, Rencana Strategis Pada Penataan Infrastruktur Berkelanjutan

KOTA CIREBON | BBCOM – Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) tengah persiapan,melaksanakan program berdasarkan rencana kerja dinas.Sedikitnya terdapat 22 program infrastruktur strategis yang menjadi prioritas untuk diselesaikan sebelum memasuki tahun 2027,guna meningkatkan kenyamanan dan estetika Kota Cirebon.

Kepala DPUTR Kota Cirebon ,Rachman Hidayat, kepada bandungberita Rabu,(25/2/2026) mengatakan Program program ini sudah kita rapatkan bersama Pak Walikota, Forkopimda,juga dengar dan jajak pendapat pada Komisi II DPRD , yang mana program infrastruktur ini wajib mendukung visi misi jangka panjang menengah Kota Cirebon,”tegasnya.

Berikut rincian target infrastruktur tersebut,
DPUTR Fokus Peningkatan Jalan ada 11 titik Ruas Jalan yang akan di selesaikan.Fokus utama adalah pengaspalan ulang dan perbaikan struktur jalan di titik-titik vital kota, di antaranya: Jalan Kartini (Pusat kota)
Jalan Siliwangi (Area pemerintahan)
Jalan Cipto Mangunkusumo (Kawasan bisnis)
Jalan Wahidin Jalan Tuparev (Akses utama masuk kota)

Serta di tambah 6 ruas jalan pendukung lainnya yang menghubungkan area pemukiman ke pusat kegiatan ekonomi.

Kemudian lanjutnya,”DPUTR fokus pada Perbaikan & Penataan Trotoar ada 11 Titik,
Penataan trotoar dilakukan untuk mendukung konsep kota ramah pejalan kaki dan estetika wisata, meliputi,
Kawasan Balai Kota & Alun-Alun Kejaksan, Sinkronisasi trotoar dengan area publik.
Jl. Siliwangi & Jl. Kartini: Penyeragaman desain trotoar dan pemasangan bangku taman serta lampu hias.

Serta Jalur Pedestrian Terintegrasi, Memastikan aksesibilitas bagi penyandang disabilitas di 11 lokasi trotoar.  Kami juga memiliki mandat wajib, yang harus tuntas pada akhir 2026,mengenai
penanganan banjir, juga rehabilitasi drainase di wilayah rawan genangan seperti kelurahan Kalijaga dan area pesisir Kota .

Masih tetap fokus juga sanitasi & Air Bersih: Pencapaian target bebas BABS (Buang Air Besar Sembarangan) melalui pembangunan tangki septik komunal dan perluasan jaringan IPAL.”papar Kadis.

Ada lagi tambahan pekerjaan Sistem Ducting (Bawah Tanah) yaitu Pemindahan kabel optik dan PLN ke bawah tanah untuk menghilangkan kesan semrawut pada jalur protokol,dan semua itu memerlukan konsentrasi serta sinergi yang kuat dari semua kalangan masyarakat.

Kami memohon dukungan dan doa dari masyarakat Kota Cirebon,agar program yang telah di siapkan oleh pemerintah dapat berjalan dengan baik.” pungkas Rachman. (bud)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *