Tarum Areuy Hadir di HKP 2016

28 Mei 2016 / 20:59 WIB Dibaca sebanyak: 1875 kali Tulis komentar

Pada masa lalu tarum merupakan bagian yang tidak bisa dilepaskan dari kehidupan masyarakat Sunda,hal tersebut bisa kita lihat dari banyaknya tempat di wilayah Jawa Barat yang dinamai berdasarkan nama tumbuhan ini, seperti Citarum, Kota Banjar Pataruman.

P_20160527_095649Tarum (bahasa Sunda), nila, atau indigo(Indigofera, suku polong-polongan atau Fabaceae) merupakan tumbuhan penghasil warna biru alami. Orang Jawa menyebutnya sebagai tom. Penggunaan zat pewarna pakaian ini terutama dilakukan dalam pembuatan Batik atau Tenun ikat tradisional dari Nusantara Zat pewarna Indigo, sebagai produk dari tumbuhan ini, juga merupakan komoditas dagang yang penting , kebanyakan dari marga Indigofera. Tarum yang sejati adalah I. tinctoria. Warna biru indigo diperoleh dari rendaman daun Akar tarum atau tarum areuy yang juga sering dipakai orang adalah Marsdenia tinctoria tumbuhan ini sangat baik karena menyuburkan tanah dan dapat menahan erosi.

Pada mulanya para pengusaha batik menggunakan pewarna alami untuk mewarnai kain batik mereka, untuk warna biru terutama memakai tarum. Kemudian zat pewarna buatan didatangkan dan diperkenalkan kepada para pengusaha batik. Di luar dugaan, pengusaha batik lebih memilih untuk menggunakan pewarna buatan. Ketika pemerintah kolonial Belanda menghentikan impor pewarna buatan pada tahun 1914, reaksi keras datang dari pengusaha batik. Pamor tarum terus merosot dan tidak ada yang berusaha mengolah tarum secara lebih mudah.

Batik yang digunakan seragam resmi pemerintahan kota Banjar, bermotifkan pohon Tarum areuy sementara pohon tersebut merupakan pohon langka di kota Banjar, Peduli Akan Sampah Community (PASCOM) dan Taruna Tani Binaul Insan Desa Binangun ,Kecamatan Pataruman,Kota Banjar mencoba melestarikan Tarum areuy dengan penangkaran di TPS Cibodas ” bagi masyarakat yang ingin mengetahui ataupun melakukan observasi lebih jauh kami membuka diri untuk bersama – sama melakukan kajian terkait tarum areuy ” ucap Yadi Supriyadi koordinator PASCOM pada acara Hari Krida Pertanian (HKP) 2016.

Ditempat yang sama salah satu anggota Hermawan Taruna Tani menyatakan ” kami siap untuk membudidayakan tarum areuy ini hingga bisa dijadikan sebagai icon Kota Banjar, bukan hanya sebagai motif batik Banjar saja ” katanya.

pada kesempatan tersebut pula anggota Dewan Perwakilan Rakyat fraksi GERINDRA Jojo Juarno sangat mengapresiasi sekaligus menghimbau harapan yang kini sedang dirintis untuk bisa melestarikan tarum areuy ” kepedulian taruna tani mestinya menjadi motivasi kalangan muda lainya, apalagi menyakut pelestarian pohon yang tergolong hampir punah dan bisa dijadikan icon Kota Banjar ” himbaunya (dds)

Bagikan
Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *