Sekretariat DPRD Jabar Gelar Gerakan Jumsih Lingkungan

17 Januari 2020 / 06:13 WIB Dibaca sebanyak: 113 kali Tulis komentar
Bagikan

BANDUNG | BBCOM | Sudah lama tidak melakukan Jum’at Bersih (Jumsih) Sekretariat DPRD Provinsi Jawa Barat pada Jum’at (17/1-2020), kembali mengadakan Jumsih dilingkungan Gedung DPRD Jabar, Jalan Diponegoro No.27 Bandung.

Kepala Bagian Umum dan dan Administrasi Sekretariat Dewan (Setwan) Jawa Barat Dr.H.Dodi Sukmayana, SH,MM membenarkan bahwa memang sudah cukup lama karyawan / staf Setwan tidak melakukkan Jumsih, maka hari ini kita bangkitkan lagi gerakan Jumsih yang melibatkan seluruh unit kerja, staf/karyawan bagian umum, office boy dan keamanan dalam/ scurity.

Kegiatan bersih-bersih dimulai sekitar pukul 08.00 WIB dan berakhir sekitar pukul 11.00 WIB, dengan jenis kegiatan berupa menyapu, mencabuti rumput liar, membuang sampah dan mencat seluruh kanstin di pekarangan Gedung DPRD Jabar.

Berdasarkan hasil pemantauan, hasil kegiatan pekarangan Gedung DPRD Jabar sudah terlihat kinclong (bersih). Bahkan, cat kanstin yang semula terlihat pudar sudah caang (terang) kembali.

“Kegiatan bersih-bersih halaman dilakukan, agar kita tidak terlampau mengandalkan pihak ketiga (claening service) dalam hal bersih-bersih,” kata Dodi.

Jadi semua hal yang sifatnya tidak teknis, bisa dilakukan oleh semua orang. Ada baiknya dilakukan sendiri oleh para personil yang biasa beraktivitas di Gedung Dewan.

“Yang kita kerjakan dalam jumsih ini adalah pekerjaan pekerjaan yang mudah saja, seperti kegiatan yang baru saja kita lakukan. Untuk hal teknis, tidak sebab ada pihak ketiga yang akan melakukannya,” katanya.

Jadi untuk hal-hal yang tidak teknis, kalau mudah dan bisa dikerjakan lebih baik laksanakan sendiri. “Daripada menunggu dikerjakan pihak ketiga. Pekerjaan dengan menggunakan jasa pihak ketiga itukan butuh waktu. Harus dilelang dahulu, dan sebagainya. Masa untuk sekedar bersih-bersih saja, harus menunggu. Kita tidak bisa,” jelasnya.

Prihal apakah aksi itu nantinya tidak akan bertentangan dengan aturan, Dodi dengan tegas mengatakan, tidak.

“Kegiatan bersih-bersih sendiri kantor dan ruang kerja itukan, kegiatan baik. Kegiatan bersih-bersih itu juga adalah budaya Indonesia. Dulu tenar dengan sebutan kerjabakti, gotong royong dan sebagainya. Kalau memang baik, kenapa musti ditinggalkan,” ujarnya.

Dengan melibatkan seluruh bagian Setwan Jabar, diharapkan akan timbul rasa cinta dan rasa memiliki. Kalau sudah timbul rasa cinta dan rasa memiliki. Mereka pasti akan ikut menjaga kebersihkan, di Gedung Dewan pada umumnya dan ruang kerja mereka pada khususnya, pungkasnya. (dd).

BACA JUGA  TAM Targetkan Penjualan 1100 Unit New Avanza dan Veloz di Jabar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *