oleh

Sekolah Penerima DAK di Ogan Ilir Keluhkan Potongan 17%, Oleh Oknum Disdik

OGAN ILIR | BBCOM | Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun anggaran 2020 yang diterima oleh SDN 06  Lubuk Keliat Kecamatan Lubuk Keliat kabupaten Ogan Ilir provinsi Sumatera Selatan, tidak  terealisasi secara maksimal. Pasalnya pembangunan satu ruang perpustakaan baru disekolah tersebut hingga saat ini belum juga selesai.

Berdasarkan hasil pemantauan awak media di lapangan yang tergabung di tim Forwoi, terlihat dari papan pengumuman sekolah, bahwa anggaran DAK yang digelontorkan oleh Pemerintah Pusat namun didalam papan proyek tidak tertulis jumlah nominal dananya.

Menurut keterangan sumber dilapangan menyebut ada dugaan jumlah anggaran sengaja tidak ditulis dalam papan proyek tersebut. Ketika awak media menanyakan kepada Kepala Sekolah SDN 06 perihal dana anggaran yang tidak tertulis di papan pengumuman proyek.

“Kami tidak tau kenapa terpisah ini “untuk dana ini sebesar Rp.195.500.000,00 untuk pembangunan satu unit ruang perpustakaan sedangkan untuk satu ruang kantor ini dan lengkap dengan mobilernya sebesar Rp. 185.500.000,00-.” ujar Kepsek SDN 06 Lubuk Keliat Yuli berdalih.

Dikatakan Yuliani Spd, saat dikonfirmasi langsung tim Forwoi di lokasi ” mereka mengalami banyak sekali kendala dalam proyek pembangunan sekolah ini.

“Kami ini seringkali mengalami kerugian dalam setiap pembangunan. Yang tahun ini untuk upahnya dua bangunan perpustakaan dan ruang kantor ini saja 60 jutaan belum lagi biaya makan dan minum para tukang. Lalu ditambah lagi ada oknum di Dinas Pendidikan sana yang meminta fee 17%, sekitar 50-60 jutaan dan kami sudah serahkan separuhnya. Kami tidak tahu uang tersebut untuk tujuan apa.” Katanya

Masih menurut Yuliani, “Kalau tak percaya silahkan bapak wartawan ,tanyakan saja kepada para Kepsek lainnya yang ada di Ogan Ilir,  ini atau enggak perlu jauh jauh di kecamatan lubuk keliat ini saja yang dapat bantuan DAK pasti mereka itu sama dipotong Disdik OI 17-21% per bangunannya.

“Uang fee tersebut kami serahkan kepada oknum “Hen” terlebih dahulu, nanti dialah yang menyerahkan ke Dinas. Dan kami tidak tahu apa benar uang fee itu memang diserahkan oknum Hen atau tidak ke Dinas” terangnya saat konfirmasikan ke lapangan beberapa hari lalu.

Sementara banyak masyarakat menilai, anggarannya lumayan cukup besar dan sepatutnya hasilnya pun harus memuaskan sesuai dengan nominal dari DAK yang telah dianggarkan oleh Pemerintah Pusat tetapi kenyatannya dilapangan pembangunan tidaklah sesuai dengan dananya yang dilontarkan oleh Pemerintah. (Shailin)

Komentar