Program Pembuatan Cetak Sawah Baru dikelukan Masyarakat

18 November 2016 / 19:12 WIB Dibaca sebanyak: 1162 kali Tulis komentar

img-20161118-wa0000KAYUAGUNG BB.Com–Program pemerintah dalam pembuatan cetak sawah baru disambut dengan antusias oleh masyarakat Kecamatan Tanjung Lubuk Kabupaten Ogan Komering Ilir (Kab-OKI), karena program tersebut selain bermanfaat juga dapat meningkatkan perekonomian rakyat. Namun dibalik program tersebut masih banyak yang mengalami kendala di lapangan terutama cara pembagian lahan kepada masyarakat tani dinilai tidak transparan. Pasalnya lahan cetak sawah banyak dikuasai  warga dari luar desa setempat.

Menurut  Ketua LSM Lembaga Pemantau Kebijakan Publik (LPKP) Alipiah, sudah banyak masyarakat mengeluhkan tentang program cetak sawah baru yang kurang transparan , karena pekerjaan ini di pegang oleh Kepala Desa (Kades) dan para kroninya.

BACA JUGA  Yayasan Annajiya Adakan Khitanan Masal untuk Warga Talu

Dikatakannya, masyarakat Desa Tanjung Bringin Kecamatan Tanjung Lubuk Kab-OKI telah mengeluhkan hal ini.  Menurut Ali, ada masyarakat yang melaporkan tentang penjualan  cetak sawah baru kepada pihak luar dengan harga yang bervariasi mulai dari Rp.15 jt sampai dengan Rp. 25 jt perhektar. Namun masih di tanggapi secara positif “ujarnya kepada BBCom (18/11) di  Kayuagung.

“Dalam persoalan ini akan di pelajari terlebih dahulu, sebab cetak sawah tersebut berdasarkan usulan kelompok petani di suatu desa, kemudian di respon oleh pihak pertanian dengan jumlah yang telah di tentukan dengan kata lain bisa sama dengan pengajuan dan bisa juga lebih atau kurang. Pengerjaannyapun di kawal oleh aparat negara. Tapi kami tetap akan pelajari dulu namun kalau seandainya itu benar terjadi dilapangan, kami laporkan kepada pihak yang berwajib” pungkasnya. (Pani)


Foto: Ketua LSM Lembaga Pemantau Kebijakan Publik (LPKP) Alipiah.


Bagikan
Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *