Program Agroforestri Dapat Memperbaiki Ekosistem Alam yang Rusak

4 Desember 2016 / 19:27 WIB Dibaca sebanyak: 1168 kali Tulis komentar

untitledBANDUNG BB.Com–DAS Citarum terdapat sub-DAS Ciminyak dan Cihaur, yang berada di wilayah KBB. Peran serta pemerintah daerah diperlukan untuk mengatasi persoalan lahan kritis. Kepala Balai Pengelolaan DAS Citarum-Ciliwung Kementerian LHK Dodi Susanto mengatakan, rehabilitasi DAS Citarum itu dilakukan atas kerja sama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI dengan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat.

“Kerja sama ini bertujuan untuk mencapai sinergitas dalam rangka penanganan DAS prioritas dan lahan kritis oleh para pihak dalam pemulihan DAS dan kualitas kawasan dan luar kawasan, khususnya di DAS Citarum sub-DAS Ciminyak dan Cihaur,” kata Dodi,

Dikatakannya, sub-DAS Cimenyak melewati Kecamatan Gununghalu, Cipongkor, Cililin, Sindangkerta, dan Cihampelas. Sementara sub-DAS Cihaur melintasi Kecamatan Batujajar, Ngamprah, Padalarang, dan Saguling.

“Kegiatan rehabilitasi yang dilakukan di 9 kecamatan dan 56 desa di Bandung Barat itu ialah agroforestri (penggabungan pola pertanian dan kehutanan) seluas 2.000 hektar serta kegiatan sipil teknis, yaitu pembangunan dam penahan 25 unit, gully plug 150 unit, dan sumur resapan air 700 unit,” paparnya,

Lebih lanjut ia mengatakan, kegiatan agroforesti merupakan salah satu program untuk memperbaiki ekosistem alam yang rusak dengan melakukan pengendalian erosi,

“Kegiatan agroforestri merupakan penanaman di luar kawasan hutan, memadukan kegiatan pengelolaan hutan ataupun pohon kayu-kayuan dengan penanamn komoditas tanaman jangka pendek atau semusim,luas kawasan DAS Citarum yang dimanfaatkan untuk kegiatan agroforestri atau wanatani pada 2016 lebih kecil dibandingkan 2015 yang mencapai 5.500 ha. Ujarnya

Sedangkan target kegiatan wanatani dalam lima tahun ke depan di DAS Citarum yang meliputi Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat seluas 84.173 ha.

“Perubahan penggunaan lahan, perlakuan terhadap lahan yang salah, menjadi salah satu faktor utama penyebab semakin besarnya lahan kritis, erosi lahan dan aliran permukaan,” tegasnya,

Program Agroforestri bersifat swakelola yakni dari petani, oleh petani dan untuk petani. “Berbeda dengan program-program sejenis sebelumnya bersifat ‘top down’ untuk kali ini sifatnya dari bawah, yakni petani yang mengajukan Rencana Usulan Kerja Kelompok (RUKK) ke pemerintah (BPDAS)

Dilaksanakannya program kegiatan agroforestri sebagai awal dari salah satu cara pemulihan hulu DAS Citarum, kegiatan agroforesti tersebut merupakan salah satu program untuk memperbaiki ekosistem alam yang rusak dengan melakukan pengendalian erosi Sebagaimana pemanfaatan lahan lainnya, agroforestri dikembangkan untuk memberi manfaat kepada manusia atau meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Agroforestri diharapkan dapat memecahkan berbagai masalah pengembangan pedesaan dan seringkali sifatnya mendesak.

Agroforestri diharapkan dapat membantu mengoptimalkan hasil suatu bentuk penggunaan lahan secara berkelanjutan guna menjamin dan memperbaiki kebutuhan hidup masyarakat. Sistem berkelanjutan ini dicirikan antara lain oleh tidak adanya penurunan produksi tanaman dari waktu ke waktu dan tidak adanya pencemaran lingkungan. Kondisi tersebut merupakan refleksi dari adanya konservasi sumber daya alam yang optimal oleh sistem penggunaan lahan yang diadopsi.  (TR-01)


 

Bagikan
Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *