Penunjuk Arah Low Bujet

15 Juni 2019 / 09:06 WIB Dibaca sebanyak: 375 kali Tulis komentar

Papan penunjuk arah, walaupun secara fisik biasanya terbuat dari plat alumunium, keberadaan papan ini adalah suatu keharusan di jalan raya. Fungsinya sebagai penunjuk arah bagi pengemudi kendaraan bermotor.

Keterangan Foto: Sign Direction ke arah Merak menggunakan bekas spanduk dan ditulis dengan pilok.

Beberapa jalan utama Ibukota sudah sering kita melihatnya sesaat sebelum sampai ke sebuah persimpangan. Pun halnya ketika kita masuk dalam sebuah gang kecil, biasanya sudah ada papan informasi yang setidaknya menunjukkan “nama” gang tersebut.

Mengutip keterangan dari Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 60 Tahun 2006 tentang Perubahan atas Keputusan Menteri Perhubungan Nomor  KM 61 Tahun 1993 tentang Rambu-Rambu Lalu Lintas di Jalan, menyebutkan bahwa lokasi dari papan penunjuk arah ini minimal sudah bisa terlihat dari jarak 50meter dimana semakin tinggi kecepatan rata-rata kendaraan di jalan tersebut maka jarak papan minimal lebih jauh lagi.

Apalagi saat memasuki liburan mudik lebaran, sign direction sangat bermanfaat bagi pengendara yang berlalu-lalang. Akan tetapi, ada satu kota di mana, dapat dikatakan sign directionnya tidak layak dan mungkin bisa dibilang sangat low bujet.

Hanya menggunakan spanduk bekas yang kemudian ditulis menggunakan pilok sehingga kesannya, tidak etis bagi kota ini.

Kota Cilegon, begitu terdengar di telinga orang-orang, pasti identik dengan Kota Baja, mengapa demikian? karena mulai dari pabrik besi, bijih plastik, baja, cairan kimia industri.

Pastilah Pemerintah Kota Cilegon mendapatkan pajak yang besar dari pabrik-pabrik tersebut. Tetapi, ini sebagian kecil contoh saja, “sign direction yang tidak layak, mengapa tetap dipergunakan?” ujar ijas, pengendara motor roda dua.

Yuli berpendapat, apakah pemerintah seolah tak peduli ataupun tak mau tahu akan hal itu? entahlah, saya tidak mengerti.

Yadi sebagai warga Cilegon berharap semoga ke depannya tidak terulang kembali, dan tidak membuat malu orang-orang Cilegon juga beserta Pemerintah Kota Cilegon. Terutama memasuki musim mudik lebaran.

Image kota Cilegon sangat dipertaruhkan di hadapan orang yang melewati jalan arteri Kota Cilegon, bila ingin imagenya sangat baik, perbaiki yang salah dan tetap mempertahankan yang baik.

(Akhmad M Awwal/Politeknik Negeri Jakarta)

Bagikan
Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *