oleh

Pengimplementasian Peraturan Prokes Harus Selalu Dilakukan Pengawasan

INDRAMAYU | BBCOM | Pelaksanaan Reses I DPRD Provinsi Jawa Barat Tahun Sidang 2020-2021, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Daerah Pemilihan (Dapil) XII Kabupaten Indramayu, Kabupaten Cirebon, Kota Cirebon, Daddy Rohanady, kegiatan berlangsung di Kecamatan Bongas, Kabupaten Indramayu.

Pada kesempatan kali ini, Daddy Rohanady, mengatakan ada beberapa aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat Kabupaten Indramayu, terlebih masyarakat mengetahui bahwa Anggota DPRD Jabar dapil XII Daddy Rohanady, merupakan anggota dari Komisi IV bidang infrastruktur, oleh karena itu aspirasi meliputi pembangunan infrastruktur desa, saluran irigasi, serta pompa untum melancarkan bidang pertanian, Daddy menambahkan pihaknya akan menindaklanjuti apa yang diaspirasikan mengenai sarana infrastruktur untuk disampaikan di forum rapat DPRD Jabar.

“Aspirasi yang disampaikan, keluhan dan permintaan mereka, karena tahu saya di komisi IV itu berkaitan dengan Infrastruktur, dimana kemarin ada desa di Prajawinangun Wetan menyampaiakn permohonan bantuan untuk GOR Desa, saya bilang coba ajukan proposalnya hanya saja mungkin di 2022 karena Termin 1 2021 sudah ketok palu, ada juga butuh jembatan, TPT seputar saluran irigasi, minta pompa dari ketua kelompok tani yang juga dari ketua gapoktan, yang seperti ini tentu kita respon dan akan saya sampaikan ke pemprov jabar ini aspirasi dari dapil XII. Ucap Daddy”.

Dalam reses kali ini Daddy juga menyoroti langkah Pemprov dalam mengkampanyekan hidup sehat agar terbebas dari Covid-19, Daddy mengatakan saat ini di DPRD Kabupaten Indramayu telah terbentuknya Pansus untuk penanganan Covid-19, Daddy mengatakan pengimplementasian Perda nya harus dikaji kembali, dimana didalamnya ada sanksi denda apabila masyarakat tidak memakai masker, mengingat bagi masyarakat kalangan menengah kebawah ini menjadi sesuatu yang berat, untuk itu Daddy menyampaikan perlu adanya kajian yang lebih dalam pengimplementasian sanksi protokol kesehatan.

BACA JUGA  Wakil Ketua DPRD Jabar Terima Kunker Komisi E Jawa Tengah

“Terkait Prokes yang kita gaungkan terkait 3M. Tapi de facto dibawah juga ada apalagi sekarang ada Perda sedang disusun soal pelaksanaan implementasi peraturan daerah untuk bahkan ujungnya sanksi, sanksi antara lain denda, saya juga harus mewakili masyarakat karena saya menjadi bagian dari perwakilan masyarakat untuk melindungi masyarakat. Masa yang gaji nya sebulan hanya 1- 2 juta kemudian di denda sekali 100 – 150 ribu rasanya kurang pas, kalo kemudian mereka mematuhi untuk tujuannya patuh pada protokol kesehatan “yes”, cuman untuk patuh jangan sampai mereka alasan untuk patuh prokes tapi sarana semacam masker ini juga mereka harus beli dengan harga 8-10ribu untuk dipakai efekti berapa kali sih. Ujarnya”.

Selanjutnya Daddy mengapresiasi pendistribusian bantuan masker dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, hal ini dirasa Daddy sebagai bentuk nyata dari Pemprov dalam mencegah penularan Covid-19, serta meringankan ekonomi masyarakat dalam hal untuk pembelian masker, selain itu dengan adanya pendistribusian masker Daddy berharap bisa menjadi stimulus dan menjadi trigger kepada masyarakat agar selalu hidup sehat.

“Saya kira dengan bantuan pemprov jabar distribusi masker ke masyarakat untuk memudahkan mereka, mudah mudahan ini jadi stimulus supaya jadi triger untuk mereka lebih sadar bahwa menjaga kesehatan bukan hanya untuk dirinya sendiri tapi juga untuk orang lain saya kira menjaga kesehatan bagi semua bukan hanya dirinya sendiri masing masing tapi mulai nya dari diri kita sendiri. Ucapnya”.

BACA JUGA  Ineu Monitoring Penyaluran Bantuan Sosial Provinsi Tahap 3 Ke KRTS

Terkahir Daddy menyampaikan bahwa Dapil XII ini sempat menjadi zona merah Covid-19, Daddy berpesan kedepannya semua masyarakat khususnya di Dapil XII agar selalu menerapkan protokol kesehatan, Daddy juga menyoroti standarisasi masker, menurutnya jangan sampai masker yang digunakan oleh masyarakat tidak sesuai standar salah satu contohnya karet pada masker harus lebih dikaji jangan sampai mengganggu telinga yang nantinya mengganggu keseimbangan tubuh.

“Sempat dapil XII ini merah, bahkan 3 kota/kab di dapil ini merah semua sempet geser ke oranye, ke kuning ke biru, ya kan tidak ada satupun masyarakat yang menginginkan daerahnya jadi zona merah, saya kira ini suatu upaya untuk mencegah berkembangnya jumlah penderita covid 19 , salah satunya yakni dengan masker dan cuci tangan, walaupun kita biasa mencuci tangan cuman mungkin frekuensi nya ditambah. Masker ini jadi barang baru bagi kita cuman masker juga harus dipikirkan berkaitan dengan telinga yang terikat itu berkaitan dengan keseimbangan kita kalo keseimbangan kita berkurang maka daya nalar kita pun jadi terpengaruh saya harapkan ini ada perbaikan bukan hanya scuba jadi yg tidak boleh tapi pikirkan juga soal telinga yang terikat yang berpengaruh pada keseimbangan. Pungkas Daddy”.

Komentar