Mekkah Setujui Jabar Bangun Replika Museum Nabi

9 Juni 2016 / 00:14 WIB Dibaca sebanyak: 672 kali Tulis komentar

MEKKAH-Provinsi Jawa Barat terpilih menjadi salah satu dari 30 lokasi di dunia yang akan dijadikan lokasi replika museum Nabi Muhammad yang terletak di Mekkah. Rencana itu terungkap dalam studi banding rombongan Pempov Jabar ke Museum Assalamualaika Ayyuhan Nabi di Mekkah, Selasa (7/6/16).

Rombongan Pemprov Jabar dipimpin oleh Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Setda Jabar Prof Denny Juanda Puradimadja. Hadir pula dalam kunjungan itu, Asda III Bidang Kesra Setda Jabar Ahmad Hadadi, Kepala Dinas Pemukiman dan Perumahan Jabar Bambang Rianto serta Kadisnaker dan Transmigrasi Jabar Ferry Sofwan.

Rombongan diterima langsung oleh Kepala dan Pembina Museum Assalamualaika Ayyuhan Nabi Dr Naser Bin Musfir Alzahrani dan Direktur Eksekutif Museum Assalamualaikan Ayyuhan Nabi, Khalid Kamal. Kedua pihak sepakat untuk mengembangkan cabang di Provinsi Jabar berupa replika museum yang ada di Mekkah.

Usulan pendirian replika museum di Jabar disambut baik oleh Dr Naser. Pihak Museum Assalamualaika Ayyuhan Nabi pun siap mengawal pembangunan replika museum Nabi Muhammad yang akan dibangun di kawasan masjid terapung Gedebage.

Asda II Bidang Ekbang Setda Jabar Prof Denny Juanda Puradimadja mengatakan, kunjungan ke Museum Nabi Muhammad di Mekkah merupakan tindak lanjut dari surat gubernur Jabar sebelumnya. Menurut dia, dua bulan lalu gubernur Jabar menyurati pihak museum di Mekkah untuk menerima studi banding tim pembangunan replika museum Nabi Muhammad.

Alhamdulillah usulan kami diterima oleh pihak museum Nabi Muhammad di Mekkah,’ ujar Denny di sela kunjungan ke museum di Mekkah, Selasa (7/6/16). Dengan demikian, papar dia, kebijakan gubernur Jabar dalam mendirikan replika museum Nabi Muhammad di Gedebage akan segea terealisasi.

Dalam proses pembangunannya, papar Denny, Pemprov Jabar akan mendapat pengawalan dari pihak Museum di Mekkah. Dengan demikian, imbuh dia, proses pembangunan dan bentuk replika museum Nabi Muhammad nanti akan sesuai ketentuan dan batasan secara akurat.

Rencanannya, ungkap dia, biaya yang disiapkan untuk membangun masjid terapung dan museum di Gedebage mencapai Rp 500 miliar. Dalam pertemuan dengan pihak museum di Mekkah, papar Denny, untuk mewujudkan replika museum Nabi Muhammad dibutuhkan lahan seluas 2,5 hektare.

Denny memaparkan, dalam waktu dekat akan disiapkan draf kerja sama antara Pemprov Jabar dan Pengelola Museum Assalamualaika Ayyuhan Nabi. ”Nanti kami akan kerja sama dengan pihak museum,” tambah Denny.

Kepala dan Pembina Museum Assalamualaika Ayyuhan Nabi Dr Naser Bin Musfir Alzahrani mengapresiasi kebijakan gubernur Jabar dalam merencanakan pembangunan replika museum Nabi Muhammad. Kata dia, Provinsi Jabar menjadi salah satu dari 30 lokasi pengembangan museum nabi.

Melalui museum dan replika museum itu, imbuh dia, akan disajikan informasi dalam bentuk audio dan visual tentang sejarah alam, Nabi Muhammad dan Islam secara utuh. Dengan demikian, tutur dia, masyarakat akan mengetahui Islam secara kaffah.

Gubernur Jabar Ahmad Heryawan menyatakan, rencana pembangunan replika museum tersebut sudah menjadi komitmen Provinsi Jabar. Menurut dia, Pemprov Jabar berkewajiban menyajikan informasi utuh terkait Islam kepada warganya.

Aher, panggilan akrab Ahmad Heryawan, menyatakan, kehadiran replika museum itu akan menjadi salah satu upaya memperkaya pemahaman warga tentang Islam dan Nabi Muhammad. ”Jika sudah memahami secara utuh, maka tidak akan ada penyimpangan mainstream yang selama ini mengganggu ketentraman dan kondusifitas,” ujarnya.

Menurut Aher, rencana kehadiran replika museum itu merupakan aspirasi warga sejak lama. Pihaknya berkewajiban mengabulkan permohonan itu.


Bagikan
Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *